Skip links
Waspada Menstruasi Lebih dari 1 Minggu
Home / Edukasi / Siklus Menstruasi / Menstruasi / Waspada Menstruasi Lebih dari 1 Minggu

Waspada Menstruasi Lebih dari 1 Minggu

Ditulis: Tim Wilov
Ditinjau: dr. Hendri Antonius

Apakah Ladies pernah atau sedang mengalami menstruasi lebih dari 1 minggu? Jika iya, bisa jadi Ladies tengah mengalami heavy period atau perdarahan menstruasi berat. Perdarahan seperti ini termasuk ke dalam perdarahan abnormal (abnormal uterine bleeding), sebuah kondisi yang menggambarkan penyimpangan dari siklus menstruasi normal. Kondisi ini dikenal juga dengan istilah menorrhagia. Adapun siklus menstruasi normal umumnya berlangsung selama 29 hari atau dalam rentang 23-39 hari, dengan lama perdarahan 2-7 hari [1]. 

Selain mengalami menstruasi lebih dari 1 minggu, ada beberapa kondisi heavy period lain yang bisa Ladies perhatikan [2]:

  • Harus mengganti pembalut atau tampon setiap 1-2 jam sekali, atau mengosongkan menstrual cup lebih dari jumlah yang direkomendasikan. 
  • Harus menggunakan pembalut berlapis atau pembalut dan tampon sekaligus.
  • Keluar gumpalan dengan ukuran lebih dari 2,5cm bersama darah menstruasi
  • Tembus mengotori celana atau tempat tidur dalam jumlah berlebihan
  • Sulit beraktivitas, berolahraga, atau harus beristirahat total akibat menstruasi
  • Sering merasa kelelahan atau sesak napas selama menstruasi

Kondisi perdarahan berat ini bisa disebabkan oleh beberapa faktor meliputi gangguan hormon dan penyakit tertentu. Gangguan hormon muncul akibat ketidakseimbangan pada hormon estrogen, progesteron, dan hormon-hormon lainnya. Di sisi lain, perdarahan juga bisa disebabkan oleh gangguan pada rahim seperti fibroid, kanker, kehamilan ektopik, hingga penggunaan alat KB IUD. Tak tertutup kemungkinan juga bahwa perdarahan berat disebabkan oleh gangguan tiroid, ginjal, hati, dan sebagainya [3].

Lantas, apakah Ladies perlu memeriksakan diri ke dokter jika mengalami menstruasi lebih dari 1 minggu disertai gejala-gejala di atas? Selain jumlah darah, indikator lain yang harus diperhatikan adalah apakah menstruasi membuat hidup dan aktivitas harian Ladies menjadi sangat terganggu [4]. Perhatikan juga apakah perdarahan berat tersebut telah berlangsung lama dan tubuh terasa sangat nyeri selama menstruasi. Ciri lainnya adalah perdarahan terjadi di luar waktu menstruasi. Jika iya, segera periksakan ke dokter terpercaya [2]. 

Dokter bisa jadi akan meminta Ladies menjalani sejumlah tes untuk mengidentifikasi masalah perdarahan. Misalnya tes darah untuk mengecek anemia dan gangguan tiroid; tes pap smear untuk mengidentifikasi infeksi, inflamasi, atau perubahan tertentu di serviks; tes biopsi endometrial dengan memeriksa dinding rahim untuk melihat potensi kanker; atau tes ultrasonografi untuk melihat adanya fibroid atau gangguan lain di dalam rahim [5]. Usai menjalani tes, dokter mungkin akan mengajukan sejumlah prosedur seperti penggunaan obat untuk mengatur hormon atau perawatan dinding rahim [3].

Untuk itu, jangan anggap enteng jika Ladies kerap mengalami menstruasi lebih dari 1 minggu. Kenali gejala-gejala heavy period lainnya dan konsultasikan ke dokter jika dirasa perlu. Jaga kondisi tubuh dengan pola makan sehat dan bergizi seimbang, serta aktivitas fisik selama 30 menit per hari. 

Selain itu, Ladies bisa menggunakan aplikasi Wilov di ponsel yang dilengkapi dengan kalender menstruasi dan ovulasi. Melalui kalender tersebut, Ladies bisa mencatat tanggal menstruasi setiap bulan dan memantau apakah durasi menstruasi Ladies tergolong normal. Catatan ini tentu dibutuhkan saat berkonsultasi dengan dokter. Aplikasi Wilov juga menyediakan tips-tips penting seputar menstruasi dan kesehatan reproduksi wanita, lho. Segera download Wilov di App Store dan Google Play Store sekarang!

 

Referensi

[1] M. H. Walker, W. Coffey, and J. Borger, “Menorrhagia,” Obstet. Gynaecol. Reprod. Med., vol. 21, no. 9, pp. 254–256, Sep. 2021, doi: 10.1016/j.ogrm.2011.06.003.

[2] “Heavy periods – NHS.” https://www.nhs.uk/conditions/heavy-periods/ (accessed Jan. 17, 2022).

[3] “Menorrhagia | Johns Hopkins Medicine.” https://www.hopkinsmedicine.org/health/conditions-and-diseases/menorrhagia (accessed Jan. 17, 2022).

[4] B. S. Apgar, A. H. Kaufman, U. George-Nwogu, and A. L. Kittendorf, “Treatment of Menorrhagia,” Am. Fam. Physician, vol. 75, no. 12, pp. 1813–1819, Jun. 2007, Accessed: Jan. 17, 2022. [Online]. Available: www.aafp.org/afp.

[5] “Heavy Menstrual Bleeding | CDC.” https://www.cdc.gov/ncbddd/blooddisorders/women/menorrhagia.html (accessed Jan. 17, 2022).

Leave a comment