Skip links
Home / Edukasi / Siklus Menstruasi / Menstruasi / Siklus Menstruasi yang “Normal” Itu Seperti Apa, Ya?

Siklus Menstruasi yang “Normal” Itu Seperti Apa, Ya?

Ditulis oleh: Tim Wilov | Ditinjau oleh: dr. Lidia Debby W.

Siklus menstruasi yang dialami oleh masing-masing wanita berbeda-beda, lamanya durasi selama masa periode menstruasi, lamanya hari pada hari pertama menstruasi sampai hari pertama selanjutnya menstruasi, gejala-gejala yang dialami saat menstruasi, dan masih banyak lagi. Bagaimana berlangsungnya siklus menstruasi yang dijalani oleh masing-masing wanita dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti faktor hormonal atau faktor turunan (gen).  Rata-rata siklus menstruasi terjadi sekitar paling cepat 21 sampai paling lambat 40 hari. Jumlah hari dalam siklus juga bisa bervariasi dari bulan ke bulan. Rata-rata wanita mengalami periode menstruasi selama paling cepat tiga sampai paling lambat tujuh hari.

Jumlah (volume) darah yang dikeluarkan pun juga bervariasi. Rata-rata wanita mengeluarkan sekitar satu sampai enam sendok makan selama periode menstruasi berjalan. Warna darah yang dikeluarkan juga berbeda-beda pada tiap wanita dari merah tua, cokelat, hingga merah muda. Tak hanya itu, reaksi yang tubuh rasakan atau gejala-gejala yang dialami sebelum atau saat mengalami periode menstruasi juga sangat beragam. Hal-hal yang wajar dialami oleh wanita saat masa PMS atau saat mengalami menstruasi, yaitu:

  • Moody atau memiliki perasaan yang naik turun atau tidak menentu
  • Terkadang sulit untuk tidur
  • Selalu merasa lapar dan ingin makan yang banyak
  • Perut bagian bawah merasa kram
  • Perut terasa kembung
  • Payudara terasa sakit atau agak kencang
  • Jerawat

Pada wanita yang sedang menggunakan beberapa alat untuk mengontrol kehamilan juga dapat memengaruhi siklus menstruasi yang terjadi. Tergantung pada jenis kontrol kehamilan yang dipakai, serta kondisi tubuh saat menggunakan alat untuk mengontrol kehamilan tersebut.

Langkah-langkah dalam siklus menstruasi dipicu oleh naik turunnya zat kimia dalam tubuh yang disebut dengan hormon. Kelenjar pituitary di otak dan ovarium di saluran reproduksi wanita, memproduksi dan melepaskan hormon tertentu pada waktu-waktu tertentu selama siklus menstruasi. Hal ini menyebabkan organ-organ pada saluran reproduksi menanggapi dengan cara tertentu. Peristiwa-peristiwa khusus yang terjadi selama siklus menstruasi dapat digambarkan sebagai berikut:

Fase menstruasi
Fase ini, yang biasanya berlangsung dari hari pertama hingga hari kelima, adalah waktu ketika lapisan rahim benar-benar keluar melalui vagina jika kehamilan belum terjadi. Kebanyakan wanita mengalami pendarahan selama tiga hingga lima hari, tetapi periode yang hanya berlangsung selama dua hari hingga tujuh hari masih dianggap normal.

Fase folikuler
Fase ini biasanya berlangsung dari hari ke enam hingga hari ke-14. Selama waktu ini, tingkat hormon estrogen meningkat, yang menyebabkan lapisan rahim (disebut endometrium) tumbuh dan menebal. Selain itu, hormon lain—hormon perangsang folikel—menyebabkan folikel di ovarium tumbuh. Selama hari ke 10 sampai 14, salah satu folikel yang berkembang akan membentuk sel telur yang matang sepenuhnya (ovum).

Ovulasi
Fase ini terjadi kira-kira pada hari ke 14 dalam siklus menstruasi 28 hari. Peningkatan mendadak hormon lain—hormon luteinizing—menyebabkan ovarium melepaskan sel telurnya. Peristiwa ini disebut ovulasi.

Fase luteal
Fase ini berlangsung dari sekitar hari ke-15 hingga hari ke-28. Setelah sel telur dilepaskan dari ovarium, sel telur mulai berjalan melalui saluran tuba ke rahim. Tingkat hormon progesteron meningkat untuk membantu mempersiapkan lapisan rahim untuk kehamilan. Jika sel telur dibuahi oleh sperma dan menempel pada dinding rahim, wanita tersebut hamil. Jika kehamilan tidak terjadi, kadar estrogen dan progesteron turun dan lapisan rahim yang menebal ditumpahkan selama periode menstruasi.

Hal-hal yang telah disebutkan sehubungan dengan siklus menstruasi yang dimiliki oleh setiap wanita, membuat definisi “normal” pada setiap wanita berbeda-beda. Hal terpenting yang harus diketahui oleh ladies adalah kita dapat memahami tubuh kita dengan baik, terutama saat sedang mengalami periode menstruasi.

Aplikasi Wilov dapat membantu ladies untuk mencatat dan mendata setiap hal yang terjadi sebelum dan saat mengalami siklus menstruasi. Dengan mencatat setiap rekam jejak siklus menstruasi kita, ladies akan lebih aware terhadap perubahan yang terjadi atau hal apa yang harus diperhatikan sehubungan dengan siklus menstruasi yang ladies rasakan. Jangan pernah ragu atau sungkan untuk berkonsultasi kepada dokter terkait kondisi ladies saat mengalami siklus menstruasi juga, ya! Supaya kita bisa mendapatkan informasi yang pasti dari ahlinya secara langsung.

Sumber:

Ditulis oleh Hadassah A. T.

Leave a comment