Skip links
Home / Edukasi / Siklus Menstruasi / Menstruasi / Darah Keluar Banyak (Heavy Period), Apakah Itu Normal?

Darah Keluar Banyak (Heavy Period), Apakah Itu Normal?

Ditulis oleh: Tim Wilov | Ditinjau oleh: dr. Lidia Debby W.

Setiap wanita memiliki siklus haid yang berbeda-beda. Kita tidak bisa mengatakan jumlah darah yang dikeluarkan saat menstruasi itu normal atau tidak hanya dari “perasaan” saja. Lalu, bagaimana cara mengetahui bahwa darah yang kita keluarkan termasuk dalam kategori normal atau bermasalah? Pahami lebih lanjut, yuk!

Seberapa banyak atau sedikit darah yang keluar saat menstruasi, bisa dilihat dari gumpalan darah yang dikeluarkan. Menurut penelitian, gumpalan darah yang dikeluarkan setiap siklus menstruasi maksimal mencapai 80 ml atau sekitar 16 sendok teh (dapat dilihat lebih mudah jika menggunakan menstrual cup), jika lebih dari itu bisa jadi siklus haid sedang mengalami gangguan. Tak hanya itu, beberapa tanda di bawah ini juga dapat dijadikan sebagai acuan bahwa wanita sedang mengalami pendarahan hebat (heavy period) berdasarkan American College of Obstetricians and Gynecologists yaitu:

  • Darah terus keluar lebih dari tujuh hari
  • Mengganti pembalut, tampon, atau mencuci menstrual cup setiap jam
  • Mengganti pembalut, tampon, atau mencuci menstrual cup saat malam hari
  • Pemakaian pembalut, tampon, atau menstrual cup butuh lebih banyak dari biasanya
  • Gumpalan darah berukuran lebih besar dari biasanya

Penyebab Pendarahan Hebat
Gangguan siklus haid pada wanita jika mengalami pendarahan hebat sering disebut juga dengan menorrhagia. Penyebab terjadinya pendarahan hebat saat siklus haid pun juga berbeda-beda setiap wanita. Beberapa di antaranya seperti:

  • Sedang beradaptasi terhadap suasana/keseharian yang baru, sehingga membuat hormon dalam tubuh kita turut beradaptasi
  • Masalah pada rahim, seperti tumor, kanker, pemakaian beberapa jenis pengendalian kehamilan (birth control) seperti IUD, keguguran, atau kehamilan ektopik
  • Perubahan hormon yang tidak stabil
  • Hipotiroidisme, Sindrom Polikistik Ovarium (PCOS), perimenopause, dan menopause dapat menyebabkan pelepasan lapisan rahim yang tidak teratur, sehingga dapat mengakibatkan pembekuan dan pendarahan yang hebat
  • Endometriosis – jaringan endometrium di lapisan rahim yang tumbuh di luar rahim, biasanya ke saluran tuba dan ovarium
  • Adenomyosis – jaringan endometrium di lapisan rahim yang mulai tumbuh ke dinding rahim yang seringkali membuat rahim lebih besar
  • Koagulopati – kelainan bawaan yang mencegah darah dari pembekuan normal, akan menyebabkan pendarahan hebat biasanya dari haid pada hari pertama.

Selain penyebab-penyebab pendarahan hebat yang sudah dituliskan di atas, beberapa wanita memang mengalami pendarahan yang lebih banyak bahkan saat haid di hari pertama. Atau, baru saja mulai mengalami pendarahan yang lebih banyak setelah haid dalam beberapa tahun ke depan. Periksakan diri ke dokter jika ladies merasa pendarahan hebat yang dialami merupakan hal yang tidak wajar atau hal baru.

Siapa saja yang bisa mengalami pendarahan hebat?
Siapa pun bisa mengalami pendarahan hebat saat sedang memasuki siklus haid. Jika mengalami pendarahan hebat secara terus-menerus, akan menuntun ladies pada kekurangan zat besi dan dapat mengalami kekurangan darah atau biasa disebut dengan anemia. Jika sudah mengalami anemia, akan menyebabkan lelah yang berlebihan, sulit untuk memiliki konsentrasi saat bekerja, tidak ada tenaga untuk berolahraga, dan sulit menjalani kehidupan sehari-hari dalam kondisi badan yang prima. Hasil dari penelitian oleh Riskesdas, 2018, menyatakan bahwa kasus anemia pada remaja putri cenderung lebih tinggi dibandingkan remaja pria. Salah satu penyebabnya ialah siklus menstruasi yang datang setiap bulan. Hal ini juga dapat menyebabkan prestasi belajar di kalangan remaja putri bisa menurun.

Penanganan yang tepat jika mengalami pendarahan hebat
Penanganan yang diberikan berbeda-beda tergantung jenis masalah yang dihadapi setiap wanita. sebelum diberikan penanganan, umumnya dokter akan menanyakan anamnesis atau tanya jawab seputar gejala yang dialami, riwayat penggunaan obat, serta riwayat kesehatan kita dan keluarga. Tak hanya itu, pemeriksaan fisik juga akan dilakukan untuk menguatkan hasil diagnosa. Beberapa penanganan yang akan diberikan dokter terkait dengan masalah pendarahan hebat yang dialami, di antaranya:

  • Pil kontrasepsi kombinasi – mengatur siklus menstruasi dan mengurangi jumlah banyaknya darah yang keluar
  • Beberapa obat-obatan tertentu – pemberian resep sesuai dengan masalah pendarahan hebat yang dialami, tujuannya adalah untuk mengurangi jumlah pendarahan tersebut, kemungkinan obat hanya diminum saat masa menstruasi saja
  • Operasi – jika dokter menemukan adanya polip atau fibroid, dapat dikecilkan atau dihilangkan dengan operasi, hal ini bisa menghentikan pendarahan hebat
  • Dilatasi dan kuretase (kuret), untuk mengetahui penyebab pendarahan dengan mengambil sampel dinding rahim
  • Prosedur lain seperti ablasi endometrium dan reseksi endometrium secara permanen untuk menghilangkan atau menghancurkan lapisan rahim untuk mengurangi pendarahan hebat, disarankan agar tidak hamil terlebih dahulu setelah melakukan prosedural ini
  • Histeroskopi – untuk melihat kondisi rahim pasien dengan memasukkan selang tipis yang dilengkapi kamera khusus yang dimasukkan melalui vagina

wilov-app

Ladies, jangan ragu dan sungkan untuk melakukan konsultasi kepada dokter dan para ahli ya! Dengan berkonsultasi terlebih dahulu, kita bisa mengetahui dan lebih memahami siklus haid kita setiap bulannya, sehingga dapat segera terhindar dari hal-hal yang mengkhawatirkan. Selain itu, penting juga untuk ladies bisa mencatat hal-hal apa saja yang terjadi saat sedang menstruasi. Melalui aplikasi Wilov, ladies dapat mencatat dan melacak setiap hal yang dialami saat siklus menstruasi, sehingga kita dapat lebih memahami bagaimana siklus haid yang kita rasakan setiap bulannya.

Sumber:

Ditulis oleh Hadassah A. T.

Leave a comment