Skip links
Kiat Tangani Gejala Menopause
Home / Edukasi / Siklus Menstruasi / Menopause & Perimenopause / Kiat Tangani Gejala Menopause

Kiat Tangani Gejala Menopause

Ditulis: Tim Wilov
Ditinjau: dr. Lidia Debby W.

Ladies, seiring bertambahnya usia, terjadi perubahan hormon dalam tubuh kita. Ketika mendekati usia 50an, Ladies mungkin akan mulai melalui proses menopause. Menstruasi Ladies mulai tidak teratur hingga akhirnya berhenti sama sekali secara permanen [1]. Pada tahap ini, wanita tak lagi bisa mengandung secara alami [2]. Menopause umumnya terjadi pada wanita usia 49-51 tahun, meski ada juga wanita yang mengalami menopause dini pada usia di bawah 40 tahun [3].

Pada tahun-tahun sebelum menopause, pasokan telur matang di indung telur wanita berkurang jumlahnya sehingga ovulasi menjadi tidak teratur. Pada saat itu, kadar hormon estrogen dan hormon progesteron juga menurun. Penurunan hormon estrogen yang signifikan tersebut yang menyebabkan sebagian besar gejala menopause pada wanita [2]. Bagi beberapa wanita, gejala menopause terasa ringan dan bisa hilang dengan sendirinya. Namun, sebagian wanita  mungkin saja mengalami gejala yang terasa berat hingga harus menggunakan terapi penggantian hormon atau Hormone Replacement Theraphy  (HRT) [4]. 

Apa saja gejala menopause yang umum dirasakan oleh para wanita?

  1. Hot flashes [2][5]
    Hot flashes adalah sensasi panas yang tiba-tiba dirasakan oleh wanita selama periode menopause. Sekitar 75% wanita yang mengalami menopause pernah merasakan hot flash. Biasanya, hot flash dirasakan di dada bagian atas dan wajah. Gejala ini umumnya disebabkan oleh penurunan kadar estrogen selama periode sebelum dan saat menopause. Sensasi panas tersebut bisa berlangsung selama beberapa menit dan umumnya berkaitan dengan produksi keringat berlebih. Tak heran, wanita yang sedang melewati menopause kerap terbangun di malam hari dan harus mengganti bajunya yang basah. Hot flash juga bisa menimbulkan kecemasan dan jantung berdebar. Jika gejala ini dirasa sudah sangat mengganggu, wanita yang mengalaminya bisa melakukan beberapa penanganan seperti mengurangi pemicu berupa makanan pedas atau alkohol, berlatih meditasi, hingga mengonsumsi obat hormon estrogen sesuai anjuran dokter.     
  2. Vagina kering [2][6]
    Atrofi vagina adalah kondisi jaringan vagina dan uretra yang mengering dan menipis. Ciri-ciri atropi vagina adalah rasa perih dan gatal di sekitar maupun di dalam vagina, serta adanya dorongan untuk buang air kecil lebih sering dari biasanya. Kondisi ini dapat menyebabkan rasa sakit saat berhubungan seksual. Selain itu, atrofi vagina juga bisa menyebabkan vaginitis dan infeksi saluran kemih. Gejala ini bisa diringankan dengan membersihkan vagina menggunakan sabun khusus untuk vagina yang tidak mengandung pewangi serta menggunakan pelumas saat berhubungan seksual. Jika kondisi ini sudah sangat mengganggu, segera konsultasikan ke dokter. Kekeringan pada vagina yang disebabkan oleh perubahan kadar hormon bisa saja ditangani melalui terapi penggantian hormon menggunakan krim, koyo, atau pill hormon estrogen.    
  3. Mood Swings [2][7]
    Hormon estrogen memiliki kaitan dengan produksi serotonin yang mengatur suasana hati. Fluktuasi kadar estrogen dan progesteron, ditambah faktor-faktor lainnya, bisa menyebabkan gangguan produksi serotonin, yang berakibat pada perubahan suasana hati yang tak menentu. Selain itu, kondisi-kondisi seperti hot flash, atrofi vagina, gangguan tidur, hingga kekhawatiran karena pertambahan usia juga dapat mengganggu suasana hati Ladies saat menopause. 

 

Apa pun yang Ladies hadapi saat menopause nanti, jangan khawatir. Konsultasikan dengan dokter agar gejala-gejala yang muncul dapat ditangani dengan tepat. Ingatlah bahwa tindakan terapi penggantian hormon seperti penggunaan krim, koyo, atau pill hormon estrogen hanya bisa dilakukan di bawah pengawasan dokter. Jangan ragu untuk bicarakan tentang perasaan dan kondisi Ladies dengan teman atau keluarga. Ladies juga bisa mencari dukungan dari komunitas wanita yang mengalami hal serupa agar bisa berdiskusi dengan lebih sehat. 

Selain itu, Ladies bisa mengunduh aplikasi Wilov secara gratis di App Store dan Google Play Store untuk mendapatkan informasi penting lainnya seputar menopause, hormon, dan kesehatan reproduksi wanita. Tak hanya itu, Ladies juga bisa memanfaatkan kalender menstruasi Wilov untuk mencatat tanggal menstruasi, gejala tubuh yang dialami, hingga mood yang sedang dirasakan. Dengan demikian, Ladies bisa menyambut menopause dengan lebih terencana.  

 

Referensi

[1] “Menopause – NHS.” https://www.nhs.uk/conditions/menopause/ (accessed Dec. 28, 2021).

[2] “Introduction to Menopause | Johns Hopkins Medicine.” https://www.hopkinsmedicine.org/health/conditions-and-diseases/introduction-to-menopause (accessed Dec. 28, 2021).

[3] “Menopause dan Permasalahannya | Geriatri.id.” https://www.geriatri.id/artikel/1064/menopause-dan-permasalahannya (accessed Dec. 28, 2021).

[4] “Hormone Replacement Therapy | HRT | Menopause | MedlinePlus.” https://medlineplus.gov/hormonereplacementtherapy.html (accessed Dec. 28, 2021).

[5] “Menopause Symptoms | Hormone Health Network.” https://www.hormone.org/diseases-and-conditions/menopause/menopause-symptoms (accessed Dec. 28, 2021).

[6] “Vaginal dryness – NHS.” https://www.nhs.uk/conditions/vaginal-dryness/ (accessed Dec. 28, 2021).

[7] “Menopause Mood Swings | Hormone Health Network.” https://www.hormone.org/diseases-and-conditions/menopause/menopause-mood-swings (accessed Dec. 28, 2021).

Leave a comment