Skip links
Penting, Asam Folat untuk Program Hamil
Home / Edukasi / Kesuburan / Program Hamil / Penting, Asam Folat untuk Program Hamil

Penting, Asam Folat untuk Program Hamil

Ditulis: Tim Wilov
Ditinjau: dr. Lidia Debby W.

Ladies, saat sibuk merencanakan kehamilan, ada satu hal yang tidak boleh ketinggalan, yaitu asupan nutrisi seimbang. Saat hamil, tubuh membutuhkan nutrisi tambahan untuk bisa menjalankan “pekerjaan” baru yang tidak Ladies alami sebelumnya. Nutrisi yang cukup akan mendukung kesehatan Ladies sekaligus tumbuh kembang sang calon buah hati di dalam kandungan [1], salah satunya adalah folat atau asam folat. Untuk itu, Ladies perlu memahami pentingnya asam folat untuk program hamil yang sukses. Folat adalah salah satu jenis vitamin B yang dapat ditemukan di dalam bahan makanan, sementara asam folat adalah folat versi buatan manusia [2].  

Mengapa penting sekali asam folat untuk program hamil. Kebutuhan asam folat selama kehamilan meningkat karena berguna untuk pembentukan sel dan sistem saraf, termasuk sel darah merah (Kemenkes). Selain itu, asam folat dinilai dapat membantu mencegah cacat tabung saraf  pada bayi yang disebut neural tube defects (NTD) [1]. NTD terjadi ketika tabung saraf tidak menutup dengan sempurna. Padahal, tabung saraf berfungsi mendukung pembentukan otak maupun tulang belakang. NTD berkembang pada masa awal kehamilan, bahkan seringkali sebelum seorang wanita mengetahui bahwa ia sedang hamil. Jenis NTD yang paling umum disebut spina bifida (cacat sumsum tulang belakang) dan anensefali (cacat otak) [3].     

Lantas, berapa banyak asam folat yang perlu dikonsumsi oleh Ladies? [1]. Saat hamil, wanita membutuhkan sekitar 600 mikrogram asam folat setiap hari. Karena sulit untuk memperoleh asam folat dari bahan makanan saja, wanita disarankan untuk mengonsumsi suplemen asam folat setidaknya 400 mikrogram setiap hari. Konsumsi asam folat ini sebaiknya dimulai sejak 1 bulan sebelum kehamilan dan selama 12 minggu kehamilan. Namun, American College of Obstetricians and Gynecologists menyebutkan bahwa jika seorang wanita sudah pernah mengalami kehamilan yang terdampak oleh NTD, ia perlu mengonsumsi tambahan 4 miligram asam folat setiap hari, sejak 3 bulan sebelum kehamilan hingga 3 bulan usia kehamilan. Artinya, cukup besar peran asam folat untuk program hamil dan kesehatan sang buah hati kelak. 

Jika asam folat diperoleh melalui suplementasi, folat bisa diperoleh dari asupan sayuran hijau dan kacang-kacangan. Beberapa makanan sumber folat yang bisa Ladies nikmati adalah [4]:

  • Bayam
  • Brokoli
  • Kubis
  • Kale
  • Kacang polong
  • Kacang merah
  • Chickpea
  • Tempe

Meski sejumlah ahli masih memperdebatkan soal dosis dan risiko mengonsumsi asam folat, penelitian mengindikasikan bahwa manfaat asam folat masih jauh lebih tinggi dibandingkan dengan risikonya yang belum terbukti [5]. Untuk itu, pastikan Ladies selalu berkonsultasi dengan dokter terpercaya tentang dosis tepat asupan asam folat untuk program hamil yang sedang Ladies jalani. Imbangi asupan makanan bernutrisi dengan aktivitas fisik minimal 30 menit setiap hari. 

Ladies, dapatkan informasi dan tips penting lainnya tentang nutrisi kehamilan sehat melalui aplikasi Wilov. Download aplikasi Wilov secara gratis melalui App Store dan Google Play Store sekarang juga. Selamat menjalani kehamilan sehat!

 

Referensi  

[1] “Nutrition During Pregnancy | ACOG.” https://www.acog.org/womens-health/faqs/nutrition-during-pregnancy (accessed Jan. 06, 2022).

[2] “Vitamins and minerals – B vitamins and folic acid – NHS.” https://www.nhs.uk/conditions/vitamins-and-minerals/vitamin-b/ (accessed Jan. 06, 2022).

[3] “Facts about Neural Tube Defects | CDC.” https://www.cdc.gov/ncbddd/birthdefects/facts-about-neural-tube-defects.html (accessed Jan. 06, 2022).

[4] Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 41 Tahun 2014 tentang Pedoman Gizi Seimbang. Indonesia, 2014, p. 96.

[5] H. N. Moussa, S. Hosseini Nasab, Z. A. Haidar, S. C. Blackwell, and B. M. Sibai, “Folic acid supplementation: what is new? Fetal, obstetric, long-term benefits and risks,” Futur. Sci. OA, vol. 2, no. 2, Jun. 2016, doi: 10.4155/FSOA-2015-0015.

Leave a comment