Skip links
Hindari Konsumsi ini Saat Merencanakan Kehamilan
Home / Edukasi / Kesuburan / Program Hamil / Hindari Konsumsi ini Saat Merencanakan Kehamilan

Hindari Konsumsi ini Saat Merencanakan Kehamilan

Ditulis oleh: Tim Wilov | Ditinjau oleh: dr. Lidia Debby W.

Ladies yang sedang merencanakan kehamilan sebaiknya menyadari pentingnya menjaga kesehatan bahkan sejak sebelum hamil. Penelitian menunjukkan bahwa seorang wanita yang sehat berpeluang lebih tinggi untuk memiliki kehamilan dan buah hati yang sehat pula [1]. Salah satu faktor penting dalam menjaga kesehatan adalah asupan nutrisi seimbang. Konsumsilah aneka ragam makanan untuk kesuburan wanita yang meliputi karbohidrat, protein, lemak, vitamin, dan mineral yang baik untuk tubuh. Kementerian Kesehatan juga menyarankan perempuan dewasa untuk mengonsumsi makanan yang mengandung asam folat seperti sayuran hijau, kacang-kacangan, dan biji-bijian empat bulan sebelum kehamilan [2]. 

Namun selain mengonsumsi makanan untuk kesuburan wanita, Ladies juga sebaiknya memperhatikan sejumlah makanan dan minuman yang perlu dihindari selama merencanakan kehamilan. Apa saja jenisnya?

  1. Alkohol.
    Konsumsi alkohol harus dihentikan sepenuhnya oleh wanita yang sedang hamil karena memiliki efek merugikan bagi perkembangan janin [3]. Namun, wanita yang sedang merencanakan kehamilan juga perlu memperhatikan asupan alkohol dalam tubuhnya. Wanita yang menjalankan program hamil disarankan untuk mengindari minuman keras karena studi mengindikasikan adanya hubungan antara alkohol dengan penurunan peluang kehamilan [4].
  2. Kafein[3]
    Tingkat konsumsi kafein yang tinggi (sekitar 500mg atau setara 5 cangkir kopi per hari) dinilai memiliki kaitan dengan penurunan kesuburan wanita. Ladies yang sedang merencanakan kehamilan sebaiknya membatasi konsumsi kafein sebanyak 1-2 cangkir kopi per hari atau sesuai dengan rekomendasi dokter. Perlu Ladies ketahui, konsumsi kafein yang berlebihan pada wanita hamil bisa meningkatkan risiko keguguran. Oleh karena itu, konsultasikan selalu dengan dokter terpercaya tentang kadar kafein yang aman untuk Ladies. 
  3. Daging olahan dan daging merah
    Daging merah dan daging olahan (kornet, sosis, smoked beef, dan sejenisnya) cenderung memiliki kandungan lemak trans dan lemak jenuh yang tinggi. Studi menyebutkan bahwa kandungan tersebut berhubungan dengan tingkat kesuburan yang lebih rendah bagi wanita[5] maupun pria. Untuk itu, sebaiknya Ladies tidak mengonsumsi daging merah dan olahan dalam jumlah yang terlalu banyak saat merencanakan kehamilan. Sebaliknya, perbanyak konsumsi makanan untuk kesuburan wanita seperti sayuran hijau, polong-polongan, dan alpukat. 
  4. Karbohidrat olahan
    Studi menunjukkan roti putih, pasta, mi, dan karbohidrat ultraproses lainnya memiliki hubungan dengan penurunan tingkat kesuburan [6]. Terlebih, makanan olahan umumnya memiliki kadar serat yang sangat rendah. Baiknya, kurangi karbohidrat olahan dan tambahkan biji-bijian serta makanan tinggi serat seperti sayur-mayur segar dalam pola makan Ladies. 
  5. Minuman tinggi gula
    Minuman yang manis karena tambahan gula dalam jumlah tinggi memiliki kaitan dengan penurunan tingkat kesuburan, terutama minuman berenergi dan soda [7]. Untuk itu, sebaiknya Ladies yang sedang menjalakan program hamil menghindari minuman manis dan mengonsumsi air putih yang lebih aman bagi tubuh.

Selain menghindari sejumlah makanan dan minuman yang terindikasi kurang baik bagi kesuburan, Ladies juga sebaiknya menghindari merokok atau terpapar asap rokok [3]. Jaga kondisi tubuh dengan melakukan aktivitas fisik rutin setidaknya 30 menit per hari di bawah sinar matahari. Segera periksa ke dokter jika Ladies mendapati sejumlah karakteristik wanita tidak subur dalam diri, seperti belum berhasil hamil setelah satu tahun mencoba (atau enam bulan bagi wanita di atas 35 tahun)[8]. Untuk membantu Ladies memantau siklus menstruasi dan masa subur, unduh aplikasi Wilov di ponsel. Selain kalkulator masa subur wanita, aplikasi Wilov juga menyediakan informasi dan tips penting seputar kesehatan reproduksi wanita, kesuburan, dan kehamilan. 

 

Referensi 

[1] J. Stephenson et al., “Before the beginning: nutrition and lifestyle in the preconception period and its importance for future health,” Lancet, vol. 391, no. 10132, pp. 1830–1841, 2018, doi: 10.1016/S0140-6736(18)30311-8.

[2] Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 41 Tahun 2014 tentang Pedoman Gizi Seimbang. Indonesia, 2014, p. 96.

[3] S. Pfeifer et al., “Optimizing natural fertility: a committee opinion,” Fertil. Steril., vol. 107, no. 1, pp. 52–58, 2017, doi: 10.1016/j.fertnstert.2016.09.029.

[4] M. Y. Anwar, M. Marcus, and K. C. Taylor, “The association between alcohol intake and fecundability during menstrual cycle phases,” Hum. Reprod., vol. 36, no. 9, pp. 2538–2548, 2021, doi: 10.1093/humrep/deab121.

[5] Y. H. Chiu, J. E. Chavarro, and I. Souter, “Diet and female fertility: doctor, what should I eat?,” Fertil. Steril., vol. 110, no. 4, pp. 560–569, 2018, doi: 10.1016/j.fertnstert.2018.05.027.

[6] S. K. Willis et al., “Glycemic load, dietary fiber, and added sugar and fecundability in 2 preconception cohorts,” Am. J. Clin. Nutr., vol. 112, no. 1, pp. 27–38, 2020, doi: 10.1093/ajcn/nqz312.

[7] E. E. Hatch et al., “Intake of Sugar-sweetened Beverages and Fecundability in a North American Preconception Cohort,” Epidemiology, vol. 29, no. 3, pp. 369–378, May 2018, doi: 10.1097/EDE.0000000000000812.

[8] “Female Infertility | PCOS | Miscarriage | MedlinePlus.” https://medlineplus.gov/femaleinfertility.html (accessed Dec. 07, 2021).

Leave a comment