Skip links
Tanya Jawab Seputar Masa Subur Wanita
Home / Edukasi / Kesuburan / Ovulasi / Tanya Jawab Seputar Masa Subur Wanita

Tanya Jawab Seputar Masa Subur Wanita

Ditulis oleh: Tim Wilov | Ditinjau oleh: dr. Lidia Debby W.

Ladies yang ingin segera memiliki momongan sebaiknya memiliki fertility awareness atau kesadaran tentang kapan Anda memasuki masa subur. Mengapa hal itu penting? Alasannya, peluang untuk hamil lebih besar jika Ladies berhubungan intim pada periode masa subur setiap hari atau setiap dua hari sekali  [1]. Untuk bisa memprediksi periode masa subur, kita juga harus memahami siklus menstruasi dan proses ovulasi yang terjadi di dalam tubuh. Di bawah ini, Wilov merangkum sejumlah pertanyaan yang sering ditanyakan terkait masa subur wanita.   

Tanya (T): Apa yang dimaksud dengan siklus menstruasi?

Jawab (J): Siklus menstruasi berlangsung sejak hari pertama menstruasi (disebut sebagai hari ke-1) bulan ini sampai tiba hari pertama menstruasi bulan berikutnya. Umumnya, siklus menstruasi wanita berlangsung selama 28 hari [2]. Namun, setiap wanita bisa saja punya siklus menstruasi yang panjangnya berbeda-beda dari 21 sampai 35 hari. Siklus menstruasi terbagi menjadi dua, yaitu fase folikular dan fase luteal. Fase folikular dimulai pada hari ke-1 menstruasi sampai hari ovulasi. Fase luteal dimulai pada hari setelah ovulasi sampai sebelum hari ke-1 menstruasi berikutnya [3]. 

T: Apa itu ovulasi?

J: Ovulasi terjadi ketika indung telur melepaskan sel-sel telur yang siap dibuahi oleh sperma agar terjadi kehamilan [1]. Peluang Ladies untuk hamil sangat tinggi ketika sperma hidup ada di saluran tuba saat ovulasi terjadi [1]. Proses ovulasi ini berlangsung selama kurang lebih 1 hari [4]. Ovulasi umumnya terjadi sekitar 10-16 hari sebelum hari ke-1 menstruasi [5]. Di sekitar waktu ovulasi, Ladies mungkin akan mendapati lendir serviks di celana dalam yang lebih basah, jernih, dan licin dari biasanya [5]. 

T: Masa subur wanita berapa hari, sih?

J: Masa subur terjadi selama 6 hari, yaitu 5 hari sebelum ovulasi hingga hari terjadinya ovulasi [6]. Namun, meski masa subur berlangsung selama 6 hari, peluang hamil terbaik ada pada periode 2-3 hari sebelum ovulasi, serta pada saat ovulasi terjadi [4]. Pada periode tersebut, sebaiknya Ladies berhubungan intim dengan pasangan karena peluang untuk hamil sangat tinggi. 

T: Bagaimana cara menghitung masa subur wanita secara manual?

J: Anggaplah ovulasi terjadi sekitar 14 hari sebelum menstruasi. Pada wanita dengan siklus menstruasi 28 hari, ovulasi terjadi pada hari ke-14 menstruasi (28 dikurang 14). Maka, waktu berhubungan intim terbaik adalah pada hari ke-12, ke-13, dan ke-14 dihitung dari hari menstruasi pertama. Namun, jika siklus menstruasi Ladies adalah 35 hari, maka ovulasi terjadi pada hari ke-21 (35 dikurang 14), sehingga waktu berhubungan terbaik adalah pada hari ke-19, ke-20, dan ke-21 dihitung dari hari menstruasi pertama [7]. Untuk bisa memperoleh prediksi masa subur wanita yang lebih tepat, sebaiknya Ladies tetap berkonsultasi dengan dokter obstetri dan ginekologi terpercaya.  

T: Adakah cara menghitung masa subur wanita yang lebih mudah?

J: Jika Ladies merasa cara hitung manual terlalu rumit, ada cara lain yang lebih mudah, kok. Unduh saja aplikasi Wilov di ponsel Anda. Wilov memiliki fitur kalkulator masa subur yang bisa membantu menghitung masa subur wanita berapa hari secara otomatis. Tidak perlu khawatir, penghitungan masa subur menggunakan aplikasi terbukti cukup akurat dan dapat diandalkan untuk program hamil, lho [8]. Selain kalkulator, Ladies juga bisa memperoleh informasi dan tips-tips penting seputar kesuburan wanita.      

T: Makanan apa yang baik dikonsumsi selama masa subur? 

J: Sesungguhnya, pola makan terbaik adalah pola makan dengan gizi seimbang sesuai kebutuhan tiap-tiap orang yang terdiri dari karbohidrat, protein, lemak, vitamin, dan mineral. Namun, Kementerian Kesehatan menganjurkan wanita yang ingin memiliki anak untuk mengonsumsi makanan yang lebih beragam, serta banyak memakan sayuran hijau dan buah berwarna [9]. Tak hanya makanan, Ladies sebaiknya juga melengkapi gaya hidup sehat dengan aktivitas fisik teratur setidaknya 30 menit setiap hari.

 

Referensi

[1] “Fertility Awareness-Based Methods of Family Planning | ACOG.” https://www.acog.org/womens-health/faqs/fertility-awareness-based-methods-of-family-planning (accessed Nov. 24, 2021).

[2] “Your menstrual cycle | Office on Women’s Health.” https://www.womenshealth.gov/menstrual-cycle/your-menstrual-cycle#3 (accessed Nov. 24, 2021).

[3] R. Ecochard, O. Duterque, R. Leiva, T. Bouchard, and P. Vigil, “Self-identification of the clinical fertile window and the ovulation period,” Fertil. Steril., vol. 103, no. 5, pp. 1319-1325.e3, 2015, doi: 10.1016/j.fertnstert.2015.01.031.

[4] J. B. Stanford, “Revisiting the fertile window,” Fertil. Steril., vol. 103, no. 5, pp. 1152–1153, 2015, doi: 10.1016/j.fertnstert.2015.02.015.

[5] “How can I tell when I’m ovulating? – NHS.” https://www.nhs.uk/common-health-questions/womens-health/how-can-i-tell-when-i-am-ovulating/ (accessed Nov. 24, 2021).

[6] I. Brosens and J. Brosens, “Managing infertility with fertility-awareness methods,” pp. 32–35, 2006, [Online]. Available: https://0-ac-els–cdn-com.aupac.lib.athabascau.ca/S1546250106000028/1-s2.0-S1546250106000028-main.pdf?_tid=b2064d1b-63d3-4cef-9ba4-85a2bba93b7b&acdnat=1534724795_6c0f57f5e6efbde415cc38558c3ce221.

[7] “How to increase your chance of getting pregnant | Your Fertility.” https://www.yourfertility.org.au/how-increase-your-chance-getting-pregnant (accessed Nov. 24, 2021).

[8] L. Faust et al., “Findings from a mobile application–based cohort are consistent with established knowledge of the menstrual cycle, fertile window, and conception,” Fertil. Steril., vol. 112, no. 3, pp. 450-457.e3, 2019, doi: 10.1016/j.fertnstert.2019.05.008.

[9] Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 41 Tahun 2014 tentang Pedoman Gizi Seimbang. Indonesia, 2014, p. 96.

Leave a comment