Skip links
Perhatikan 5 Tanda-tanda Ovulasi
Home / Edukasi / Kesuburan / Ovulasi / Perhatikan 5 Tanda-tanda Ovulasi

Perhatikan 5 Tanda-tanda Ovulasi

Ditulis oleh: Tim Wilov | Ditinjau oleh: dr. Lidia Debby W.

Ladies, kemampuan mengidentifikasi waktu ovulasi yang tepat sangat penting bagi wanita yang ingin merencanakan maupun mencegah kehamilan [1]. Apa itu ovulasi? Ovulasi adalah sebuah proses fisiologis yang ditandai dengan lepasnya sel telur dari indung telur ke tuba fallopi di mana sel telur tersebut berpotensi untuk dibuahi oleh sperma [2]. Setelah dibuahi, sel telur tersebut akan bergerak menuju rahim untuk proses implantasi [3]. Dengan demikian, ovulasi merupakan waktu terbaik untuk berhubungan intim dan meningkatkan peluang hamil [4].

Lantas, kapan tepatnya ovulasi terjadi dalam tubuh? Ovulasi bisa dideteksi dengan lebih akurat melalui pemeriksaan ultrasonografi oleh dokter. Namun, Ladies tentu membutuhkan cara mendeteksi ovulasi yang lebih praktis dan bisa dilakukan sendiri di rumah. Ovulasi umumnya terjadi sekitar 10 sampai 16 hari sebelum menstruasi bulan berikutnya dimulai [5]. Pada periode tersebut, Ladies bisa memperhatikan ada atau tidaknya tanda-tanda ovulasi seperti di bawah ini:   

  1. Lendir serviks lebih banyak
    Coba perhatikan apakah Ladies mendapati adanya lendir yang basah, jernih, dan jauh lebih licin daripada biasanya pada celana dalam [5]. Jika ada, bisa jadi itu merupakan salah satu tanda-tanda ovulasi. Tepat sebelum ovulasi, jumlah lendir yang diproduksi serviks meningkat. Namun, tepat setelah ovulasi, jumlah lendir akan berkurang. Untuk meningkatkan peluang kehamilan, Ladies sebaiknya berhubungan intim setiap hari ketika lendir serviks terlihat bening dan licin [3].
  2. Naiknya suhu tubuh basal
    Suhu tubuh basal adalah suhu tubuh saat kita dalam kondisi beristirahat. Umumnya, wanita akan mengalami sedikit kenaikan suhu tubuh setelah ovulasi terjadi. Masa paling subur adalah 2-3 hari sebelum suhu tubuh naik. Sebaiknya, 10-16 hari sebelum tanggal menstruasi berikutnya, pantau suhu tubuh Ladies setiap pagi sebelum bangun dari tempat tidur menggunakan termometer. Hari-hari ketika suhu tubuh basal belum meningkat adalah waktu terbaik untuk melakukan hubungan intim. Namun, kenaikan suhu tubuh dapat dipengaruhi oleh aktivitas dan kondisi sakit. Oleh karena itu, mungkin hasil pengukuran menjadi tidak akurat dan tidak dapat diperhitungkan sebagai tanda-tanda ovulasi.
  3. Perut terasa nyeri
    Beberapa wanita mengalami nyeri di perut selama ovulasi terjadi. Rasa sakitnya mungkin terpusat di salah satu sisi perut meski tak tertutup kemungkinan terasa di seluruh bagian perut [4]. Untuk itu, perhatikan bila 10-16 hari sebelum tanggal menstruasi Ladies merasakan nyeri di perut. Bisa jadi, itu merupakan salah satu tanda-tanda ovulasi. 
  4. Gejala PMS lainnya
    Ovulasi juga bisa disertai dengan gejala-gejala lain yang sering kita asosiasikan dengan gejala pramenstruasi seperti pembesaran payudara, perut yang terasa kembung, dan perubahan mood [4]. 
  5. Gairah seksual meningkat
    Konon, wanita juga lebih reseptif dan tertarik pada pasangan yang ia anggap menarik secara seksual saat sedang melalui masa subur dalam siklus menstruasinya [6]. Oh ya Ladies, penelitian juga mengindikasikan bahwa pria menilai pasangan wanita mereka terlihat lebih menarik saat mendekati ovulasi [7]. 

Dengan memantau tanda-tanda ovulasi di atas, Ladies bisa memprediksi masa ovulasi secara mandiri di rumah. Jangan lupa konsultasikan masa ovulasi dengan dokter obstetri dan ginekologi terpercaya agar perencanaan kehamilan Ladies lebih efektif. Terutama jika Ladies termasuk golongan wanita yang siklus menstruasinya tidak teratur. Selain itu, Ladies bisa mengunduh aplikasi Wilov di ponsel dan memanfaatkan kalender masa subur untuk membantu memprediksi masa ovulasi.

 

Referensi

[1] H.-W. Su, Y.-C. Yi, T.-Y. Wei, T.-C. Chang, and C.-M. Cheng, “Detection of ovulation, a review of currently available methods,” Bioeng. Transl. Med., vol. 2, no. 3, pp. 238–246, 2017, doi: 10.1002/btm2.10058.

[2] H. JE, B. AN, and Lord M, “Physiology, Ovulation,” StatPearls, Jul. 2017, Accessed: Dec. 10, 2021. [Online]. Available: http://europepmc.org/books/NBK441996.

[3] “Fertility Awareness-Based Methods of Family Planning | ACOG.” https://www.acog.org/womens-health/faqs/fertility-awareness-based-methods-of-family-planning (accessed Nov. 24, 2021).

[4] “Ovulation – Better Health Channel.” https://www.betterhealth.vic.gov.au/health/conditionsandtreatments/ovulation#signs-of-ovulation (accessed Nov. 09, 2021).

[5] “How can I tell when I’m ovulating? – NHS.” https://www.nhs.uk/common-health-questions/womens-health/how-can-i-tell-when-i-am-ovulating/ (accessed Nov. 09, 2021).

[6] M. G. Haselton and K. Gildersleeve, “Human ovulation cues,” Curr. Opin. Psychol., vol. 7, pp. 120–125, 2016, doi: 10.1016/j.copsyc.2015.08.020.

[7] K. D. Cobey, A. P. Buunk, T. V. Pollet, C. Klipping, and S. C. Roberts, “Men perceive their female partners, and themselves, as more attractive around ovulation,” Biol. Psychol., vol. 94, no. 3, pp. 513–516, 2013, doi: 10.1016/j.biopsycho.2013.09.011.

Leave a comment