Skip links
Berhubungan Saat Ovulasi Tingkatkan Peluang Kehamilan
Home / Edukasi / Kesuburan / Ovulasi / Berhubungan Saat Ovulasi Tingkatkan Peluang Kehamilan

Berhubungan Saat Ovulasi Tingkatkan Peluang Kehamilan

Ditulis: Tim Wilov
Ditinjau: dr. Lidia Debby W.

Ladies, peluang terjadinya kehamilan akan lebih tinggi jika kita berhubungan saat ovulasi. Oleh karena itu, penting sekali bagi Ladies yang sedang merencanakan kehamilan untuk memahami kapan sebenarnya masa ovulasi terjadi. Sebelumnya, sudahkah Ladies memahami siklus menstruasi masing-masing? Siklus menstruasi berlangsung dari hari pertama perdarahan menstruasi (disebut hari 1) bulan ini hingga hari pertama perdarahan menstruasi bulan depan. Pada wanita normal, umumnya siklus menstruasi berlangsung selama 28 hari [1]. 

Dalam siklus menstruasi normal, terjadi sebuah proses bernama ovulasi. Masa ovulasi adalah masa ketika sel telur yang paling matang bergerak menuruni tuba falopi. Pada siklus menstruasi yang berlangsung rata-rata 28 hari, ovulasi terjadi sekitar 14 hari sebelum hari pertama periode menstruasi berikutnya [1].

Telur dapat bertahan hidup di tuba falopi selama sekitar 24 jam setelah masa ovulasi. Di sisi lain, sperma pria bisa bertahan di dalam tubuh wanita selama sekitar 3-5 hari setelah hubungan seksual. Kehamilan bisa terjadi jika Ladies berhubungan intim mulai dari 5 hari sebelum ovulasi hingga 1 hari setelah ovulasi. peluang terjadinya kehamilan sangat tinggi ketika sperma hidup ada di tuba falopi saat ovulasi terjadi [1]. 

Setelah mengetahui pentingnya ovulasi bagi perencanaan kehamilan, Ladies perlu memperhatikan beberapa hal untuk meningkatkan kemungkinan terjadinya ovulasi:

  • Berat badan
    Wanita yang sangat gemuk atau sangat kurus bisa memiliki masalah dengan masa ovulasi. Oleh karena itu, penting sekali menjaga berat badan yang stabil dan ideal agar ovulasi bisa terjadi secara normal [2]. 
  • Olahraga
    Meski perlu menjaga berat badan, bukan berarti Ladies boleh berolahraga terlalu sering. Olahraga yang berlebihan justru dapat mengganggu ovulasi [2]. Perhatikan intensitas aktivitas fisik Ladies. Kementerian Kesehatan menyarankan agar kita melakukan aktivitas fisik teratur setidaknya 30 menit setiap hari atau 3-5 hari dalam seminggu [3]. Lebih baik lagi jika dilakukan di bawah sinar matahari pagi. Beberapa jenis olahraga yang dapat dilakukan adalah jogging, bersepeda, senam, menari, renang, bulu tangkis, dan lain sebagainya. 
  • Diet
    Diet yang terlalu ketat atau kebiasaan melewatkan makan justru dapat menghambat kemampuan tubuh untuk berovulasi secara teratur [2]. Pastikan Ladies mengonsumsi makanan yang beraneka ragam dalam proporsi yang seimbang. Konsumsi sayur dan buah yang mengandung vitamin dan mineral yang penting bagi kesehatan tubuh. Jangan lupa minum air setidaknya 2 liter per hari. Ladies juga sebaiknya mengonsumsi makanan yang mengandung asam folat [3], menjauhi alkohol, serta rokok [4]. 
  • Kondisi emosional
    Ladies, kondisi emosional merupakan faktor yang tak kalah penting bagi masa ovulasi yang normal. Stres kronis dapat mengganggu siklus menstruasi normal Anda, lho [2]. Usahakan agar Ladies bisa mengelola stres dengan lebih baik. Lakukan hobi atau hal-hal kecil yang bisa membahagiakan Ladies secara teratur. Relaksasi dan meditasi juga bisa membantu Ladies untuk lebih tenang dalam menghadapi masalah. Bila perlu, lakukan konseling dengan tenaga ahli seperti psikolog .

Kunci agar ovulasi dapat berlangsung dengan normal adalah menjaga kesehatan jiwa dan raga. Jangan lupa, Ladies juga sebaiknya rutin berhubungan saat ovulasi agar peluang terjadinya kehamilan lebih tinggi. Untuk membantu Ladies memantau siklus menstruasi dan memperkirakan masa ovulasi, unduh aplikasi Wilov di ponsel yang dilengkapi dengan fitur kalender menstruasi dan kalkulator masa subur. Tak hanya itu, Ladies juga bisa mendapatkan informasi dan tips penting lainnya seputar perencanaan kehamilan. Jika Ladies masih merasa kesulitan menentukan masa ovulasi, konsultasikan dengan dokter obestetri dan ginekologi terpercaya.   

 

Referensi:

[1] “Fertility Awareness-Based Methods of Family Planning | ACOG.” https://www.acog.org/womens-health/faqs/fertility-awareness-based-methods-of-family-planning (accessed Nov. 24, 2021).

[2] “Ovulation – Better Health Channel.” https://www.betterhealth.vic.gov.au/health/conditionsandtreatments/ovulation#signs-of-ovulation (accessed Nov. 09, 2021).

[3] Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 41 Tahun 2014 tentang Pedoman Gizi Seimbang. Indonesia, 2014, p. 96.

[4] “How can I tell when I’m ovulating? – NHS.” https://www.nhs.uk/common-health-questions/womens-health/how-can-i-tell-when-i-am-ovulating/ (accessed Nov. 09, 2021).

Leave a comment