Skip links
Alat Tes Ovulasi untuk Merencanakan Kehamilan
Home / Edukasi / Kesuburan / Ovulasi / Alat Tes Ovulasi untuk Merencanakan Kehamilan

Alat Tes Ovulasi untuk Merencanakan Kehamilan

Ditulis: Tim Wilov
Ditinjau: dr. Lidia Debby W.

Banyak hal yang harus diperhatikan jika Ladies dan pasangan sedang merencanakan kehamilan. Mulai dari berhubungan intim secara rutin, menerapkan gaya hidup sehat, hingga memilih dokter yang tepat. Satu hal yang tak kalah penting adalah mendeteksi masa ovulasi karena berhubungan intim di sekitar masa ovulasi bisa meningkatkan peluang Ladies untuk hamil [1]. Saat ovulasi, indung telur melepaskan sel telur yang bergerak menuju tuba falopi. Peluang kehamilan sangat tinggi jika sperma hidup ada di tuba falopi saat ovulasi terjadi [2]. Dalam siklus menstruasi normal yang umumnya berlangsung selama 28 hari, ovulasi terjadi sekitar 14 hari sebelum menstruasi periode berikutnya dimulai. 

Pemeriksaan ultrasonografi melalui liang vagina (USG transvaginal) masih dianggap sebagai metode yang paling akurat untuk mendeteksi waktu terjadinya ovulasi [3]. Namun, metode ini hanya bisa dilakukan oleh teknisi berpengalaman, ahli radiologi atau ginekolog. Untuk menyiasatinya, Ladies bisa mencoba mendeteksi ovulasi secara mandiri menggunakan beberapa metode sederhana termasuk alat tes ovulasi  

 

  1. Alat tes ovulasi berbentuk strip
    Alat yang satu ini bentuknya mirip dengan test pack yang digunakan wanita untuk mendeteksi kehamilan. Perlu diketahui, hormon luteinizing (LH) wanita akan mengalami peningkatan sekitar 24-36 jam sebelum terjadinya ovulasi. Nah, strip ini bekerja dengan cara mendeteksi lonjakan LH tersebut di dalam urin. Untuk itu, Ladies bisa menggunakan tes ovulasi ini mulai dari hari ke-10 atau ke-11 sejak hari pertama menstruasi [3].
  2. Alat tes ovulasi dengan air liur
    Selain melalui urin, ovulasi juga bisa diprediksi menggunakan air liur. Penelitian terdahulu menunjukkan bahwa menuju masa ovulasi, terjadi peningkatan kadar hormon estrogen yang menyebabkan air liur memiliki pola seperti daun pakis jika dilihat di bawah mikroskop [3]. Ladies cukup menjilat alat tes ovulasi yang menyerupai mikroskop mini dan melihat pola air liur. Tes menggunakan air liur ini dapat dipengaruhi oleh makanan dan minuman. Oleh karena itu, disarankan untuk tidak makan dan minum 2 jam sebelum pemeriksaan.    
  3. Termometer
    Ovulasi juga dapat dipantau melalui suhu basal tubuh atau suhu ketika kita dalam kondisi benar-benar beristirahat. Biasanya, suhu tubuh wanita akan naik sedikit setelah ovulasi terjadi. Sebaiknya, Ladies mulai mencatat suhu tubuh menggunakan termometer sejak hari ke-10 atau ke-11 menstruasi. Saat suhu tubuh naik, artinya ovulasi sudah terjadi, sehingga hubungan intim sebaiknya dilakukan sebelum terjadi kenaikan suhu tubuh [1]. Pengukuran suhu basal tubuh yang tepat sebaiknya dilakukan setelah bangun tidur. 
  4. Aplikasi Wilov di ponsel
    Untuk mendampingi sejumlah alat tes ovulasi di atas, Ladies bisa mengunduh aplikasi Wilov di ponsel. Wilov menyediakan fitur kalender menstruasi dan kalkulator masa subur yang bisa membantu memperkirakan masa ovulasi secara otomatis. Tahukah Ladies? Penelitian mengindikasikan bahwa penghitungan masa subur menggunakan aplikasi di ponsel dinilai cukup akurat dan dapat diandalkan untuk merencanakan kehamilan [5]. Tak hanya itu, Ladies juga bisa memperoleh informasi dan tips-tips penting seputar kesuburan wanita dari Wilov. Download Wilov melalui App Store dan Google Play Store sekarang juga!      

 

Untuk meningkatkan peluang hamil, Ladies bisa berhubungan intim pada saat masa ovulasi [6]. Selain itu, Ladies juga sebaiknya menjaga berat badan ideal, menghindari alkohol dan rokok, serta selalu berkonsultasi dengan tenaga medis terpercaya. 

 

Referensi: 

[1] “Ovulation – Better Health Channel.” https://www.betterhealth.vic.gov.au/health/conditionsandtreatments/ovulation#signs-of-ovulation (accessed Nov. 09, 2021).

[2] “Fertility Awareness-Based Methods of Family Planning | ACOG.” https://www.acog.org/womens-health/faqs/fertility-awareness-based-methods-of-family-planning (accessed Nov. 24, 2021).

[3] H.-W. Su, Y.-C. Yi, T.-Y. Wei, T.-C. Chang, and C.-M. Cheng, “Detection of ovulation, a review of currently available methods,” Bioeng. Transl. Med., vol. 2, no. 3, pp. 238–246, 2017, doi: 10.1002/btm2.10058.

[4] B. Sruthi Priya, M. Pushpaja, A. V. Siva kumar, and K. N. Maruthy, “Does the salivary fern pattern determine fertile period in reproductive female?,” Clin. Epidemiol. Glob. Heal., vol. 8, no. 3, pp. 698–701, 2020, doi: 10.1016/j.cegh.2020.01.005.

[5] L. Faust et al., “Findings from a mobile application–based cohort are consistent with established knowledge of the menstrual cycle, fertile window, and conception,” Fertil. Steril., vol. 112, no. 3, pp. 450-457.e3, 2019, doi: 10.1016/j.fertnstert.2019.05.008.

[6] “Trying to get pregnant – NHS.” https://www.nhs.uk/pregnancy/trying-for-a-baby/trying-to-get-pregnant/ (accessed Dec. 12, 2021).

Leave a comment