Skip links
Ladies Perlu Tahu, Penyebab PCOS dan Cara Mencegahnya
Home / Edukasi / Hormon Wanita Dan Gangguan / PCOS / Ladies Perlu Tahu, Penyebab PCOS dan Cara Mencegahnya

Ladies Perlu Tahu, Penyebab PCOS dan Cara Mencegahnya

Ditulis: Tim Wilov

Ditinjau: dr. Lidia Debby W.

Ketika memasuki usia reproduksi, banyak hal terkait kesehatan yang perlu Ladies perhatikan. Salah satunya sindrom ovarium polikistik (PCOS) yaitu gangguan metabolisme dan reproduksi yang paling banyak terjadi pada wanita usia subur. Kabarnya, PCOS memengaruhi setidaknya 7% wanita dewasa [1]. Tidak hanya bahaya infertilitas, wanita dengan PCOS bisa berisiko terkena penyakit lain yang berdampak pada kualitas hidup seperti diabetes, kanker atau jantung. Untuk menghindari berbagai risiko PCOS tersebut, tentu saja Ladies perlu tahu akar permasalahannya. Yuk, pahami dulu penyebab PCOS agar Ladies bisa mulai menjaga diri.

Penyebab PCOS tidak diketahui secara pasti, namun diduga berkaitan dengan kadar hormon abnormal di dalam tubuh, termasuk tingginya insulin [2]. Ada juga bukti yang menyebutkan keterkaitan PCOS dengan riwayat keluarga dan genetika (hormon yang jumlahnya meningkat saat perkembangan di dalam rahim, sebelum bayi lahir) [3]. Penyebab PCOS lainnya adalah gaya hidup dan lingkungan. Lebih lengkapnya, berikut ini beberapa faktor yang berperan dalam memicu PCOS [2][4][5]:

  • Faktor genetika. PCOS terkadang menurun di dalam keluarga. Jika ada anggota keluarga seperti ibu, saudara perempuan atau tante yang mengidap PCOS, maka risiko Ladies terkena PCOS ikut meningkat. Ini menunjukkan kemungkinan adanya hubungan antara genetik dengan penyebab PCOS. Meski begitu, gen spesifik yang terkait PCOS belum teridentifikasi. Sejauh ini tidak ada gen tunggal yang ditemukan sebagai penyebab PCOS, sehingga keterkaitannya cenderung kompleks dan melibatkan banyak gen. Diabetes tipe 2 juga umum terjadi pada keluarga dengan PCOS.
  • Resistensi terhadap insulin. Insulin merupakan hormon yang diproduksi oleh pankreas untuk mengontrol jumlah gula dalam darah. Adanya insulin membantu pemindahan glukosa dari darah ke dalam sel yang nantinya dipecah untuk menghasilkan energi. Ketika terjadi resistensi insulin, maka jaringan tubuh akan kebal (resisten) terhadap efek insulin. Oleh karena itu, tubuh harus memproduksi insulin ekstra untuk mengimbanginya. Sekitar 85% dari wanita pengidap PCOS memiliki resistensi insulin [3]. Akibatnya, wanita dengan PCOS menghasilkan tingkat insulin yang lebih tinggi untuk mengatasinya. Tingginya kadar insulin menyebabkan ovarium memproduksi dan melepaskan hormon pria (androgen), contohnya testosteron. Ini bisa mengganggu perkembangan folikel (kantung di ovarium tempat sel telur berkembang) dan mencegah ovulasi yang normal. Resistensi insulin juga berdampak pada kenaikan berat badan yang memperburuk gejala PCOS. Kelebihan berat badan atau obesitas bisa menyebabkan tubuh memproduksi lebih banyak insulin. Tidak semua orang dengan resistensi insulin mengalami peningkatan glukosa atau diabetes, tapi resistensi insulin memang bisa memicu diabetes.
  • Ketidakseimbangan hormon. Banyak wanita pengidap PCOS diketahui memiliki ketidakseimbangan hormon tertentu, antara lain:
    1. Peningkatan kadar androgen (hormon pria seperti testosteron) – wanita umumnya memproduksi hormon ini dalam jumlah kecil di jaringan tubuh, termasuk di ovarium dan kelenjar adrenal. Tingkat androgen tinggi dapat mencegah ovarium melepaskan sel telur (ovulasi) yang menyebabkan siklus menstruasi tidak teratur dan adanya kantung kecil berisi cairan berkembang di ovarium. Androgen tinggi juga memicu gejala PCOS seperti jerawat, rambut rontok dan hirsutisme.
    2. Peningkatan kadar hormon luteinisasi (LH) – hormon ini menstimulasi ovulasi, namun ada efek abnormal pada ovarium jika kadarnya terlalu tinggi.
    3. Kadar rendah dari globulin pengikat hormon seks (SHBG) – protein dalam darah yang mengikat testosteron dan mengurangi efeknya.
    4. Peningkatan kadar prolaktin (hanya pada beberapa wanita dengan PCOS) – hormon yang merangsang kelenjar payudara untuk memproduksi air susu selama hamil. Sayangnya tidak diketahui secara pasti alasan perubahan hormonal tersebut. Beberapa kemungkinan penyebabnya adalah masalah yang dimulai dari ovarium itu sendiri, di kelenjar lain yang menghasilkan hormon-hormon tersebut, atau di bagian otak yang mengontrol produksi hormon. Perubahan hormon juga dapat disebabkan oleh resistensi terhadap insulin.
  • Berat badan dan gaya hidup. PCOS dapat terjadi pada semua wanita, baik yang bertubuh kurus maupun gemuk. Namun, risiko PCOS lebih besar pada wanita yang memiliki berat badan berlebih atau obesitas. Jika wanita kelebihan berat badan, maka resistensi insulin yang menjadi pemicu perkembangan dan gejala PCOS bisa semakin memburuk. Kelebihan berat badan juga memengaruhi peningkatan hormon-hormon yang menjadi penyebab PCOS.

Setelah tahu penyebab PCOS, mungkin Ladies akan memikirkan cara mencegah PCOS. Pada dasarnya tidak ada cara mencegah PCOS yang sudah terbukti akurat. Meski begitu, Ladies bisa mengambil langkah-langkah kecil untuk mengurangi gejala PCOS. Berikut ini cara mencegah PCOS yang bisa Ladies lakukan [5][6]:

  • Mengonsumsi makanan sehat dan bergizi
  • Berolahraga secara teratur
  • Mengatur berat badan tetap dalam batas normal
  • Pemeriksaan panggul secara teratur untuk diagnosis sejak dini jika ada perubahan pada  ovarium.
  • Mewaspadai perubahan pada siklus menstruasi, termasuk adanya gejala menstruasi yang tidak biasa. Ladies bisa mulai menggunakan aplikasi untuk memantau pola siklus menstruasi dan mencatat gejala yang muncul. Jika ada gejala mengkhawatirkan tiap menstruasi, sebaiknya segera konsultasikan ke dokter.

Apabila Ladies masih memiliki banyak pertanyaan mengenai PCOS atau masalah kesehatan wanita lainnya, coba cari informasinya di aplikasi Wilov. Ladies bisa mengunduhnya secara gratis di App Store dan Google Play Store.

Referensi

[1]    Aubuchon M, Legro RS. “Polycystic ovary syndrome: Current infertility management.” Clin Obstet Gynecol. 2011;54(4):675–684. https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/22031257/ (accessed June 15, 2022).

[2]    “Polycystic ovary syndrome – Causes – NHS.”https://www.nhs.uk/conditions/polycystic-ovary-syndrome-pcos/causes/ (accessed June 15, 2022).

[3]    Monash University. “International evidence-based guideline for the assessment and management of polycystic ovary syndrome.” 2018. Melbourne, Australia. https://www.monash.edu/__data/assets/pdf_file/0004/1412644/PCOS_Evidence-Based-Guidelines_20181009.pdf (accessed June 15, 2022).

[4]    “Causes & symptoms of polycystic ovary syndrome (PCOS) – Jean Hailes.” https://www.jeanhailes.org.au/health-a-z/pcos/symptoms-causes (accessed June 15, 2022).

[5]    “Polycystic Ovary Syndrome (PCOS) – Cleveland Clinic.” https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/8316-polycystic-ovary-syndrome-pcos (accessed June 15, 2022).

[6]    “Polycystic Ovary Syndrome Support Groups Are Helpful – PCOS Awareness Association.” https://www.pcosaa.org/pcosinfo (accessed June 15, 2022).

[/ld_highlight]

Leave a comment