Skip links
Ladies, Kenali PCOS dan Cara Mengatasinya
Home / Edukasi / Hormon Wanita Dan Gangguan / PCOS / Ladies, Kenali PCOS dan Cara Mengatasinya

Ladies, Kenali PCOS dan Cara Mengatasinya

Ditulis: Tim Wilov

Ditinjau: dr. Lidia Debby W.

Polycystic ovary syndrome (PCOS) atau sindrom ovarium polikistik merupakan masalah kesehatan yang memengaruhi 1 dari 10 wanita pada usia subur [1]. PCOS disebabkan oleh ketidakseimbangan hormon reproduksi, sehingga bisa memicu masalah pada ovarium. Kini, semakin banyak wanita yang terbiasa mendengar nama gangguan kesehatan tersebut. Akan tetapi, ada juga yang belum tahu mengenai apa itu PCOS pada wanita dan risiko yang mengintainya. Ladies, yuk kenali lebih jauh apa itu PCOS!

Sebenarnya, apa itu PCOS sih? PCOS terjadi ketika ovarium atau kelenjar adrenal menghasilkan lebih banyak hormon pria dari biasanya. Gangguan ini ditandai dengan kelebihan produksi hormon androgen (hormon pria yang biasanya ada dalam jumlah sedikit pada wanita), kelainan menstruasi saat tidak terjadi ovulasi (terlepasnya sel telur dari ovarium) dan pembesaran ovarium yang mengandung banyak folikel kecil (ovarium polikistik) [2]. Lebih jelasnya, pada beberapa kasus seorang wanita tidak memproduksi cukup hormon yang dibutuhkan untuk ovulasi. Ketika ovulasi tidak terjadi, ovarium dapat menghasilkan banyak kista-kista kecil yang memicu hormon androgen. Oleh sebab itu, wanita dengan PCOS umumnya memiliki kadar androgen tinggi.

Hal tersebut dapat menyebabkan banyak masalah pada siklus menstruasi wanita dan membentuk gejala-gejala PCOS. Periode menstruasi tidak teratur merupakan salah satu gejala PCOS. Ini bisa memicu peningkatan risiko infertilitas (tidak bisa hamil) dan terbentuknya kista di ovarium. PCOS juga menyebabkan masalah metabolisme yang memengaruhi kesehatan dan penampilan wanita secara keseluruhan seperti [3]:

  • Pertumbuhan rambut berlebih di wajah, dada, perut atau paha (hirsutisme)
  • Penambahan berat badan
  • Kulit berjerawat atau kulit berminyak
  • Bercak-bercak kulit gelap atau tebal di bagian belakang leher, ketiak, dan bagian bawah payudara
  • Penipisan rambut dan kebotakan seperti pria

Dampak PCOS lainnya termasuk depresi, kecemasan dan gangguan makan. Wanita dengan PCOS juga memiliki risiko lebih tinggi terkena diabetes, penyakit jantung, darah tinggi, keguguran dan kanker endometrium. Tanda dan gejala PCOS biasanya lebih parah pada wanita yang mengalami obesitas. Terkait hal ini, PCOS memang kerap terjadi pada wanita yang kelebihan berat badan atau memiliki ibu/saudara perempuan mengidap PCOS. Meski berisiko PCOS, Ladies tak perlu terlalu khawatir karena PCOS dapat diobati.

Ketika muncul gejala PCOS dan masalah pada siklus menstruasi, Ladies sebaiknya langsung menemui dokter untuk mendeteksi gangguan yang terjadi. Nantinya dokter akan melakukan pemeriksaan fisik, pemeriksaan panggul, tes darah dan USG. Diagnosis PCOS tergantung pada identifikasi apakah Ladies memiliki kelebihan androgen, adanya gangguan ovulasi atau munculnya ovarium polikistik, sambil dokter mengeliminasi penyakit lain yang menyerupai PCOS.

Lalu, bagaimana cara mengatasi PCOS? Pengobatan PCOS bergantung pada sejumlah faktor termasuk usia dan seberapa parah gejala yang pengidap alami. Perubahan gaya hidup dan konsumsi obat dapat menjadi jalan untuk membantu Ladies mengendalikan gejala. Perlu Ladies ketahui bahwa tidak ada penyembuhan yang optimal untuk PCOS, akan tetapi Ladies bisa mengurangi gejala dan dampak dari PCOS. Di bawah ini beberapa cara mengatasi PCOS yang dapat Ladies lakukan:

  • Perubahan pola makan dan aktivitas. Pengurangan berat badan bisa mengurangi gejala PCOS, membantu tubuh menggunakan insulin secara efisien, menurunkan glukosa darah dan membantu ovulasi [4]. Pola makan sehat, konsumsi makanan rendah kalori dan lebih banyak aktivitas fisik dapat membantu Ladies menurunkan berat badan. Penurunan berat badan ikut membantu siklus menstruasi lebih normal, tingkat kolesterol rendah, hingga mengurangi jerawat [5]. Cobalah perbanyak konsumsi buah, sayuran, makanan dari gandum utuh, daging tanpa lemak, ikan dan makanan dengan indeks glikemik rendah. Lakukan juga olahraga 30 menit sebanyak 3-5 kali dalam seminggu. Aktivitas fisik yang rutin bisa mengurangi depresi akibat PCOS.
  • Kontrasepsi oral. Pil KB atau kontrasepsi bisa digunakan untuk pengobatan jangka panjang wanita dengan PCOS yang tidak ingin hamil. Pil ini mengandung kombinasi hormon estrogen dan progestin sehingga periode menstruasi lebih teratur, mengurangi tingkat androgen yang diproduksi ovarium, mengurangi rambut berlebih dan membantu mengurangi jerawat.
  • Obat diabetes. Obat ini sering digunakan untuk menurunkan resistensi insulin pada PCOS. Obat diabetes juga bisa membantu mengurangi kadar androgen, memperlambat pertumbuhan rambut dan membantu ovulasi lebih teratur.
  • Menghilangkan bulu berlebih pada bagian tubuh. Ada banyak cara menghilangkan rambut berlebih pada bagian tubuh. Salah satunya penggunaan krim eflornithine yang memperlambat pertumbuhan bulu, terutama di bagian wajah. Cara lainnya dengan mencukur atau mencabut bulu tersebut, meski harus berhati-hati agar tidak iritasi kulit. Ada pula penggunaan laser untuk menghilangkan bulu secara lebih mudah.
  • Mengobati jerawat. Retinoid, obat antibakteri dan antibiotik dalam bentuk pil, gel atau krim bisa digunakan untuk mengobati jerawat akibat PCOS. Namun retinoid tidak dapat digunakan jika ingin hamil.
  • Operasi. Prosedur bedah minor yang disebut laparoscopic ovarian drilling (LOD) menjadi cara menangani PCOS yang terkait kesuburan [6]. Langkah ini diambil bila tubuh tidak merespon obat-obatan. LOD bisa memperbaiki ketidakseimbangan hormon dan mengembalikan fungsi normal ovarium.

Dengan mengetahui apa itu PCOS, Ladies dapat lebih waspada saat menstruasi tidak teratur atau sedang merencanakan kehamilan. Bila muncul gejala, jangan segan untuk berkonsultasi dengan dokter. Ladies bisa mencari tahu lebih banyak lagi tentang masalah kesehatan wanita dengan mengunduh aplikasi Wilov secara gratis di App Store dan Google Play Store

 

Referensi 

[1]    “Polycystic ovary syndrome | Office on Women’s Health.” https://www.womenshealth.gov/a-z-topics/polycystic-ovary-syndrome (accessed June 06, 2022).

[2]    “Polycystic Ovary Syndrome (PCOS) – UCLA Health.”  https://www.uclahealth.org/obgyn/pcos (accessed June 06, 2022).

 [3]    “PCOS | Polycystic Ovary Syndrome | MedlinePlus.” https://medlineplus.gov/polycysticovarysyndrome.html (accessed June 06, 2022).

 [4]    “Polycystic Ovary Syndrome (PCOS) | Johns Hopkins Medicine.”

https://www.hopkinsmedicine.org/health/conditions-and-diseases/polycystic-ovary-syndrome-pcos (accessed June 06, 2022). 

[5]    “Treatments to Relieve Symptoms of PCOS – NICHD.” https://www.nichd.nih.gov/health/topics/pcos/conditioninfo/treatments/relieve (accessed June 06, 2022).

[6]    “Polycystic ovary syndrome – Treatment – NHS.” https://www.nhs.uk/conditions/polycystic-ovary-syndrome-pcos/treatment/ (accessed June 06, 2022).

Leave a comment