Skip links
Kenali 6 Gejala PCOS pada Wanita
Home / Edukasi / Hormon Wanita Dan Gangguan / PCOS / Kenali 6 Gejala PCOS pada Wanita

Kenali 6 Gejala PCOS pada Wanita

Ditulis oleh: Tim Wilov | Ditinjau oleh: dr. Lidia Debby W.

PCOS atau sindrom ovarium polikistik adalah masalah kesehatan yang disebabkan oleh ketidakseimbangan hormon reproduksi pada wanita. Ketidakseimbangan hormon tersebut menciptakan masalah pada ovarium. Sel telur pada wanita yang memiliki PCOS umumnya tidak berkembang sebagaimana mestinya sehingga proses ovulasi tidak terjadi, padahal wanita perlu mengalami ovulasi untuk bisa hamil. Namun selain menyebabkan ketidaksuburan, wanita dengan PCOS juga dapat mengalami masalah kesehatan yang serius seperti diabetes. Lebih dari setengah wanita yang memiliki PCOS menderita diabetes tipe 2 pada usia 40 tahun.

Oleh karena itu, penting sekali bagi Ladies untuk mengetahui apa saja gejala PCOS pada wanita. Beberapa tanda-tanda umum PCOS yang bisa kita kenali secara mandiri meliputi:

  • Gangguan menstruasi
    Gangguan menstruasi yang dimaksud dapat mencakup periode yang tidak teratur seperti wanita kebanyakan atau bahkan sangat jarang mengalami menstruasi. Siklus menstruasi wanita umumnya berlangsung selama 21-35 hari. Namun, pada wanita dengan PCOS, siklus menstruasi seringkali sulit diprediksi.
  • Sulit hamil
    PCOS merupakan salah satu penyebab paling umum dari ketidaksuburan. Maka, kondisi sulit hamil bisa dikatakan merupakan salah satu gejala PCOS pada wanita.
  • Obesitas
    Data menunjukkan bahwa sebagian besar wanita yang memiliki PCOS mengalami obesitas atau kelebihan berat badan. Obesitas juga berkaitan erat dengan resistensi insulin yang sering ditemui pada wanita dengan PCOS. Resistensi insulin menyebabkan tubuh tidak dapat menggunakan insulin yang diproduksi secara efektif, sehingga meningkatkan risiko terkena diabetes tipe 2.
  • Pertumbuhan rambut berlebih
    Salah satu gejala PCOS pada wanita adalah hisrutisme atau tumbuhnya rambut dalam jumlah berlebih di area wajah, dada, perut, atau paha atas.
  • Kulit berminyak dan berjerawat
    Coba perhatikan, apakah kulit Ladies berminyak dan berjerawat parah, meskipun sudah melalui masa remaja? Jerawat pada wanita dengan PCOS umumnya tidak mempan ditangani dengan perawatan biasa.
  • Bercak hitam pada kulit
    Penggelapan kulit terutama di bagian lipatan seperti leher, selangkangan, atau bagian bawah payudara merupakan salah satu gejala PCOS pada wanita yang mungkin muncul di tubuh Ladies.

Jika Ladies mendeteksi satu atau beberapa gejala PCOS pada wanita seperti di atas, sebaiknya segera konsultasikan dengan dokter obstetri dan ginekologi terpercaya, terutama bagi Ladies yang ingin segera memiliki momongan. Untuk menentukan apakah Ladies menderita PCOS, dokter mungkin akan mencoba memastikan bahwa Anda memiliki setidaknya 2 dari 3 gejala berikut yang disebut sebagai kriteria Rotterdam:

  1. Haid tidak teratur atau tidak haid sama sekali yang disebabkan oleh tidak terjadinya ovulasi.
  2. Tingkat hormon pria yang lebih dari normal dalam tubuh Ladies, yang menyebabkan kelebihan rambut di wajah dan tubuh, jerawat, atau penipisan rambut di kepala.
  3. Mengalami ovarium polikistik atau terdapat kista ovarium kecil-kecil dalam jumlah banyak yang terlihat seperti butiran mutiara saat dilihat melalui USG.

Tidak perlu khawatir jika dokter mengatakan bahwa Ladies memiliki PCOS. Anda tidak sendiri. Kondisi ini terbilang cukup umum karena dialami oleh lebih dari seratus juta wanita di seluruh dunia. Mungkin Ladies bertanya-tanya, apakah PCOS bisa sembuh? Kabar baiknya, PCOS bisa dikendalikan dengan sejumlah cara seperti menerapkan pola makan sehat, melakukan aktivitas fisik teratur, menjalani pengobatan dari dokter, dan masih banyak lagi. Ladies, dapatkan informasi penting lainnya seputar PCOS dan kehamilan melalui aplikasi Wilov yang dapat diunduh dengan mudah di ponsel. Ladies juga bisa memanfaatkan fitur kalender untuk mencatat periode menstruasi sehingga konsultasi dengan dokter pun bisa lebih efektif.

Sumber:

  • Bart C.J.M. Fauser et al., “Revised 2003 Consensus on Diagnostic Criteria and Long-Term Health Risks Related to Polycystic Ovary Syndrome,” Human Reproduction 19, no. 1 (2004): 41–47.
  • “Polycystic Ovary Syndrome | Office on Women’s Health,” accessed November 20, 2021, https://www.womenshealth.gov/a-z-topics/polycystic-ovary-syndrome.
  • “Polycystic Ovary Syndrome (PCOS) | ACOG,” accessed November 21, 2021, https://www.acog.org/womens-health/faqs/polycystic-ovary-syndrome-pcos.
  • Andon Hestiantoro et al., “Konsensus Tata Laksana Sindrom Ovarium Polikistik,” Himpunan Endokrinologi Reproduksi dan Fertilitas Indonesia (HIFERI) Perkumpulan Obstetri dan Ginekologi Indonesia (POGI) (2016): 79.
  • “Polycystic Ovary Syndrome | Office on Women’s Health.”
  • Fauser et al., “Revised 2003 Consensus on Diagnostic Criteria and Long-Term Health Risks Related to Polycystic Ovary Syndrome.”
  • Vidya Bharathi et al., “An Epidemiological Survey: Effect of Predisposing Factors for PCOS in Indian Urban and Rural Population,” Middle East Fertility Society Journal 22, no. 4 (December 1, 2017): 313–316.

Leave a comment