Skip links
Diet PCOS dengan Mengurangi Konsumsi Makanan Ini
Home / Edukasi / Hormon Wanita Dan Gangguan / PCOS / Diet PCOS dengan Mengurangi Konsumsi Makanan Ini

Diet PCOS dengan Mengurangi Konsumsi Makanan Ini

Ditulis: Tim Wilov

Ditinjau: dr. Lidia Debby W

PCOS atau sindrom ovarium polikistik bisa menimbulkan banyak gejala tidak menyenangkan pada tubuh. Wanita dengan PCOS dapat mengalami penipisan rambut, bercak kecoklatan pada kulit hingga pertumbuhan bulu di beberapa bagian tubuh. Lebih jauh lagi, PCOS juga memicu masalah menstruasi dan infertilitas pada wanita. Untuk mencegah dampak buruknya, Ladies perlu menjalani diet PCOS dengan mengurangi konsumsi makanan yang dihindari penderita PCOS. Alasannya karena wanita yang obesitas lebih besar kemungkinan terkena PCOS [1].

Penyebab PCOS hingga kini memang belum diketahui dengan pasti. Namun, kebanyakan penderita PCOS memiliki kadar insulin yang lebih tinggi dari normal akibat resistensi insulin. Untuk lebih jelasnya, insulin merupakan hormon membantu tubuh mengubah gula (glukosa) dari makanan menjadi energi. Wanita dengan PCOS kerap mengalami resistensi terhadap insulin karena sel-sel tubuh tidak bisa merespon insulin secara normal. Kebanyakan resistensi insulin terjadi pada penderita PCOS yang memiliki kelebihan berat badan, kebiasaan makan tidak sehat, kurang aktivitas fisik dan memiliki riwayat keluarga diabetes [2].

Diet PCOS dapat menjadi jalan untuk menurunkan berat badan dan menjaga berat tubuh normal. Penurunan berat badan juga punya banyak manfaat bagi penderita PCOS. Sedikit saja terjadi pengurangan berat, periode menstruasi bisa lebih teratur. Selain itu, penurunan berat badan membantu menjaga kadar kolesterol, insulin, mengurangi gejala bulu berlebih dan jerawat [3].

Cara paling mudah memulai diet PCOS tentu saja dengan mengatur pola makan. Kebiasaan makan tertentu dipercaya bisa meringankan gejala PCOS dan mengurangi risiko masalah kesehatan. Ladies perlu memilih makanan yang boleh dan tidak boleh dikonsumsi. Misalnya saja konsumsi makanan tinggi karbohidrat dapat membuat resistensi insulin dan penurunan berat badan lebih sulit. Makanan berlemak yang tinggi kalori dan makanan tinggi gula juga bisa meningkatkan gula darah dengan cepat, sehingga perlu dibatasi [4].

Jika sulit untuk benar-benar berhenti mengonsumsi makanan tertentu, coba saja dengan mengurangi porsi makannya. Contohnya jika Ladies terbiasa makan roti putih, maka batasi roti hanya 2-3 kali dalam satu minggu. Ganti juga jenis roti yang dikonsumsi dengan pilihan lebih sehat seperti roti dari gandum utuh. Begitu pula jika biasanya memasak dengan banyak minyak goreng, coba mulai kurangi dan ganti dengan minyak kelapa atau minyak zaitun. Untuk lebih lengkapnya, berikut makanan yang dihindari penderita PCOS saat menjalani diet PCOS [5]:

  • Makanan tinggi karbohidrat olahan seperti roti putih, kue kering, muffin, pastry, cake, pasta, makanan berbahan tepung putih (terigu). Karbohidrat olahan menyebabkan peradangan dan memperburuk resistensi insulin, sehingga harus dihindari atau dibatasi secara signifikan [6].
  • Makanan yang digoreng seperti French fries, gorengan, ayam goreng.
  • Makanan cepat saji.
  • Camilan olahan seperti keripik kentang, permen, cokelat.
  • Pemanis buatan.
  • Makanan instan seperti mie instan, makanan kaleng.
  • Minuman manis seperti soda, minuman kaleng, jus kemasan. Gula juga termasuk karbohidrat dan harus dibatasi pada diet PCOS.
  • Daging olahan seperti sosis, smoked beef yang tinggi sodium, lemak trans, dan pengawet.
  • Lemak padat seperti margarin, mentega, shortening.
  • Konsumsi daging merah yang berlebihan seperti steak, hamburger karena dikhawatirkan memicu inflamasi.
  • Susu sapi. Diet PCOS umumnya tidak membolehkan konsumsi produk susu penuh lemak (full-fat), lebih baik memilih porsi kecil susu rendah lemak atau rendah laktosa [7]. Bisa juga ini diganti dengan pilihan alternatif dari susu sapi yang rendah gula seperti susu almond.
  • Gluten. Penelitian menunjukkan hubungan antara gluten dan inflamasi, namun tidak jelas apakah mengurangi atau mengeliminasi gluten dari pola makan bisa membantu penanganan PCOS [8]. Bagi beberapa penderita PCOS, makanan ini bisa memperburuk gejala tetapi ada juga yang tidak bermasalah dengan gluten [7]. Ladies bisa bereksperimen dengan membatasi konsumsi gluten kemudian liat efeknya bagi tubuh.

Sebelum menghilangkan sejumlah makanan pada diet PCOS, sebaiknya Ladies berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter. Nantinya Ladies bisa diarahkan terkait rekomendasi makanan yang tepat sesuai kebutuhan dan makanan yang dihindari penderita PCOS. Bila ingin tahu lebih lengkap terkait PCOS dan masalah kesehatan wanita lainnya, Ladies dapat mengunduh aplikasi Wilov secara gratis di App Store dan Google Play Store. Yuk, unduh sekarang!

Referensi

[1]    “PCOS (Polycystic Ovary Syndrome) and Diabetes | CDC.” https://www.cdc.gov/diabetes/basics/pcos.html (accessed July 17, 2022).

[2]    “Polycystic ovary syndrome | Office on Women’s Health.” https://www.womenshealth.gov/a-z-topics/polycystic-ovary-syndrome (accessed July 17, 2022)

[3]    “Polycystic Ovary Syndrome (PCOS) | ACOG.” https://www.bda.uk.com/resource/polycystic-ovary-syndrome-pcos-diet.html (accessed July 17, 2022).

[4]    “Dietary Advice for Polycystic Ovary Syndrome (PCOS).” https://www.swft.nhs.uk/application/files/8015/6586/5352/Dietary_Advice_for_Polycystic_Ovary_Syndrome_A4_2019.pdf (accessed July 17, 2022).

[5]    “PCOS diet: Foods to eat and avoid.” https://www.medicalnewstoday.com/articles/323002#foods-to-avoid (accessed July 17, 2022).

[6]    “Polycystic Ovary Syndrome (PCOS): Diet Do’s and Don’ts.” https://www.healthline.com/health/pcos-diet#foods-to-avoid (accessed July 17, 2022).

[7]      “PCOS Diet: What to Eat for Better Management.” https://www.verywellhealth.com/what-is-the-best-diet-for-pcos-2616314 (accessed July 17, 2022).

[8]      de Punder K, Pruimboom L. The dietary intake of wheat and other cereal grains and their role in inflammation. Nutrients. 2013 Mar 12;5(3):771-87. doi:10.3390/nu5030771 https://www.mdpi.com/2072-6643/5/3/771 (accessed July 17, 2022).

Leave a comment