Skip links
6 Mitos dan Fakta Seputar PCOS yang Harus Ladies Ketahui
Home / Edukasi / Hormon Wanita Dan Gangguan / PCOS / 6 Mitos dan Fakta Seputar PCOS yang Harus Ladies Ketahui

6 Mitos dan Fakta Seputar PCOS yang Harus Ladies Ketahui

Ditulis: Tim Wilov

Ditinjau: dr. Lidia Debby W

Sindrom ovarium polikistik (PCOS) merupakan masalah kesehatan yang memengaruhi 1 dari 10 wanita di usia produktif [1]. Ketika seseorang mengidap PCOS, tentu ia akan mencari banyak informasi terkait penyakit ini. Namun sayangnya banyak beredar mitos PCOS yang belum tentu kebenarannya. Keberadaan mitos PCOS tersebut bisa memicu kecemasan dan stress pada penderita jika sudah terlanjur percaya. Untuk menghindari kesalahpahaman, yuk ketahui dulu fakta dibalik mitos PCOS!

Berikut ini 6 mitos umum terkait PCOS dan kebenarannya [2] [3]:

  1.     Mitos PCOS: Wanita dengan PCOS memiliki kista ovarium

Bila melihat nama polycystic ovary syndrome, mungkin orang akan mengira PCOS berkaitan dengan kista. Padahal ini tidak benar dan hanya mitos PCOS. Pada banyak wanita, ada folikel kecil yang muncul di ovarium berbentuk seperti untaian mutiara ketika dilihat dengan USG. Folikel ini mungkin nampak seperti kista kecil, namun sebenarnya sangat berbeda. Folikel tersebut tidak bersifat seperti kanker dan tidak menyebabkan sakit. Selain itu, tidak semua wanita dengan PCOS mempunyai folikel itu di ovariumnya.

  1.     Mitos PCOS: Siklus menstruasi yang tidak teratur berarti terkena PCOS

Gangguan menstruasi bisa mencakup tidak adanya menstruasi, menstruasi terlalu sering atau terlalu lama, menstruasi yang terlalu banyak atau menstruasi yang tidak bisa diprediksi [4]. PCOS memang bisa menjadi salah satu penyebab siklus menstruasi jadi tidak teratur. Akan tetapi, ada banyak alasan lain yang memicu ketidakteraturan menstruasi. Umumnya siklus menstruasi berkisar antara 21-35 hari. Meski begitu, ada wanita yang mengalami siklus menstruasi lebih lama atau lebih sebentar dari kisaran tersebut. Hal ini bisa dipengaruhi banyak faktor seperti stress, gangguan tiroid, fibroid, atau diet ekstrem yang membuat siklus tidak teratur. Sebaiknya jika Ladies sering mengalami siklus menstruasi tidak teratur, segera konsultasikan ke dokter. Nantinya serangkaian pemeriksaan dan tes di dokter bisa mengidentifikasi penyebabnya. Jadi, jangan langsung percaya dengan mitos PCOS ini ya.

  1.     Mitos PCOS: Wanita yang terkena PCOS tidak bisa punya anak

Salah satu ketakutan wanita yang tahu terkena PCOS adalah sulitnya mempunyai keturunan. Benar adanya bahwa PCOS merupakan salah satu penyebab paling umum dari masalah kesuburan wanita. Namun, bukan berarti wanita dengan PCOS tidak bisa hamil. Ada banyak pengidap PCOS yang bisa hamil dan mempunyai anak. Ini bisa terjadi secara alami atau melalui bantuan perawatan medis. Salah satu cara meningkatkan peluang untuk hamil yaitu dengan perubahan gaya hidup dan pola makan sehat. Cara ini juga dapat mengurangi gejala PCOS.

  1.     Mitos PCOS: Penderita PCOS sulit menurunkan berat badan

Penurunan berat badan mungkin lebih sulit bagi wanita dengan PCOS, tapi bukan berarti hal ini tidak mungkin terjadi. Banyak wanita dengan PCOS mengalami penurunan sensitivitas terhadap insulin, jenis hormon yang mengatur gula dalam darah. Kondisi tersebut dikenal dengan istilah resistensi insulin. Adanya resistensi insulin memicu risiko diabetes tipe 2 dan membuat berat badan lebih sulit turun, meski sudah menjalani gaya hidup sehat. Walau begitu, penelitian menunjukkan bahwa perubahan pola makan dan gaya hidup dapat membantu mengatur gejala PCOS. Tidak perlu patah semangat jika masih sulit turun berat badan. Ladies bisa berkonsultasi ke dokter atau ahli gizi untuk membantu penurunan berat badan.

  1.     Mitos PCOS: Semua wanita dengan PCOS memiliki pertumbuhan bulu berlebih

Hirsutisme merupakan pertumbuhan bulu berlebih pada bagian tubuh seperti wajah, punggung, dada, perut atau paha. Pertumbuhan bulu tersebut sering dianggap sebagai salah satu gejala PCOS. Namun perlu Ladies ketahui, tidak semua wanita dengan PCOS memiliki gejala PCOS ini. Ada faktor lainnya yang meningkatkan kemungkinan seorang wanita mempunyai pertumbuhan bulu berlebih, misalnya saja faktor etnis atau ada masalah tiroid.

  1.     Mitos PCOS: PCOS tidak bisa disembuhkan

Sejauh ini, PCOS memang tidak bisa disembuhkan tapi gejala PCOS dapat dijaga agar tidak semakin berat [5]. Perawatan terhadap PCOS bisa melalui perubahan gaya hidup, penurunan berat badan, perawatan medis dengan hormon atau obat-obatan, hingga pembedahan. Ini tergantung pada gejala PCOS yang dialami penderita.

Nah, jadi jangan mudah percaya ya dengan mitos PCOS yang beredar di masyarakat. Cari tahu kebenaran informasi dari sumber terpercaya atau konsultasikan dengan dokter. Ladies juga bisa mencari informasi seputar PCOS atau masalah menstruasi melalui aplikasi Wilov. Caranya, hanya dengan mengunduh secara gratis di App Store dan Google Play Store!

Referensi

[1]      “Polycystic ovary syndrome | Office on Women’s Health.” (accessed July 18, 2022) https://www.womenshealth.gov/a-z-topics/polycystic-ovary-syndrom  

[2]    “Fact or Fiction: PCOS Myths Debunked | Endocrine Society.” (accessed July 18, 2022) https://www.endocrine.org/-/media/endocrine/files/patientengagement/infographics/fact_or_fiction_pcos_myths_debunked-(1).pdf

[3]      “Myths and facts about polycystic ovary syndrome (PCOS).” (accessed July 18, 2022) https://www.betterhealth.vic.gov.au/health/conditionsandtreatments/myths-and-facts-on-polycystic-ovarian-syndrome-pcos

[4]      “Polycystic Ovary Syndrome (PCOS) | ACOG.” (accessed July 18, 2022)    https://www.acog.org/womens-health/faqs/polycystic-ovary-syndrome-pcos 

[5]      “Polycystic ovary syndrome – Treatment – NHS.” (accessed July 18, 2022) https://www.nhs.uk/conditions/polycystic-ovary-syndrome-pcos/treatment/

Leave a comment