Skip links
Peran Penting Hormon Progesteron bagi Tubuh
Home / Edukasi / Hormon Wanita Dan Gangguan / Hormon Pada Wanita / Peran Penting Hormon Progesteron bagi Tubuh

Peran Penting Hormon Progesteron bagi Tubuh

Ditulis: Tim Wilov
Ditinjau: dr. Lidia Debby W.

Ladies, kesuburan dan siklus menstruasi kita dipengaruhi oleh sejumlah hormon. Salah satunya adalah hormon progesteron. Hormon progesteron disekresi oleh korpus luteum, sebuah jaringan yang terletak di ovarium dan dibentuk oleh tubuh wanita setelah ovulasi [1]. Jika hormon progesteron diproduksi secara alami di dalam tubuh, maka progestin justru sebaliknya. Progestin adalah hormon steroid buatan yang dianggap memiliki karakteristik dan fungsi yang sama dengan progesteron alami [2]. Pemberian progestin umumnya dilakukan oleh dokter untuk wanita dengan kondisi medis tertentu yang membutuhkan hormon progesteron: wanita yang ingin mendapatkan KB hormonal, wanita dengan menstruasi yang tidak teratur, hingga penderita endometriosis [2].

Sebenarnya, apa saja peran penting hormon progesteronHormon progesteron berfungsi untuk melakukan sejumlah tugas dalam tubuh, tak hanya terkait sistem reproduksi kita, tetapi juga terkait beberapa fungsi lainnya.  

  1. Persiapan Kehamilan [3]
    Utamanya, progesteron memang dikenal sebagai hormon kehamilan pada wanita. Sebagian besar fungsinya berkaitan dengan pemeliharaan kehamilan. Tepatnya, progesteron akan membantu mempersiapkan endometrium, yaitu lapisan pada rahim tempat telur akan menempel (implantasi). Hormon progesteron berfungsi untuk memicu penebalan lapisan tersebut agar siap menerima telur kelak. Progesteron juga mencegah terjadinya kontraksi otot rahim yang dapat menyebabkan tubuh menolak sel telur. Tak hanya itu, hormon progesteron juga berfungsi untuk menghambat laktasi selama kehamilan.
  2. Pemeliharaan Tulang
    Selain melakukan tugas terkait sistem reproduksi, hormon progesteron berfungsi juga dalam proses pemeliharaan tulang. Proses resorpsi tulang (penyerapan tulang) dan pembentukan tulang baru dalam tubuh membutuhkan hormon seperti estrogen dan progesteron [4].
  3. Pemeliharaan Saraf
    Hormon progesteron berfungsi juga dalam pemeliharaan sistem saraf, baik pusat maupun perifer. Hal ini mempengaruhi proses mielinasi atau pembuatan selubung pada saraf, termasuk saraf yang ada di otak dan sumsum tulang belakang [4]. 
  4. Membantu Meningkatkan Kualitas Tidur[5]
    Progesteron dikenal juga sebagai “hormon relaksasi” karena memiliki efek sedatif ringan. Pada trimester kehamilan pertama, wanita seringkali merasa mengantuk karena kadar progesteron yang tinggi. Namun, ada kalanya progesteron mengalami penurunan, misalnya saat sebelum menstruasi dan menopause. Tak heran, wanita yang sedang PMS atau mengalami menopause kerap merasa tidur mereka kurang berkualitas.

Meski memegang peranan penting bagi sejumlah sistem dalam tubuh, wanita bisa juga mengalami gangguan yang berkaitan dengan hormon progesteron. Gangguan tersebut bisa menyebabkan menstruasi yang tidak teratur, kelahiran bayi prematur, menurunnya tingkat kesuburan, tumor sel granulosa, hingga kanker payudara [4].

Jika tubuh memiliki kadar progesteron yang tinggi, bisa dikatakan tidak ada konsekuensi medis yang berbahaya. Apalagi, pada dasarnya kadar progesteron dalam tubuh wanita memang meningkat selama hamil. Namun jika tubuh menerima terlalu banyak progestin atau hormon sintetis yang menyerupai progesteron (misalnya karena terapi hormon saat menopause), maka perlu diperhatikan adanya risiko kanker meski kecil sekali [6]. 

Namun, bagaimana jika kadar progesteron dalam tubuh terlalu rendah? Ladies mungkin saja mengalami siklus menstruasi yang tidak teratur. Atau, perdarahan saat menstruasi menjadi sangat deras dan berat. Saat hamil, rendahnya kadar progesteron dikhawatirkan dapat menyebabkan bayi terlahir prematur atau lebih parah lagi, keguguran. Selain itu, kadar progesteron yang rendah juga bisa berarti bahwa indung telur gagal melepaskan telur saat ovulasi. Hal ini umumnya terjadi pada wanita yang mengidap sindrom ovarium polikistik (PCOS) [6]. 

Yang pasti, berkonsultasilah dengan dokter kepercayaan Ladies untuk memastikan kadar progesteron dalam tubuh. Perlu atau tidaknya melakukan terapi penggantian hormon (HRT) dengan progestin juga perlu diputuskan sesuai dengan anjuran dokter.

 Ladies ingin mendapatkan informasi penting lainnya seputar hormon dan kesehatan wanita? Caranya mudah sekali. Download aplikasi Wilov secara gratis melalui App Store dan Google Play Store. Melalui kalender menstruasi dan ovulasi di dalam aplikasi Wilov, Ladies juga bisa memantau siklus menstruasi dan memprediksi masa ovulasi. 

 

Referensi

[1] “Progesterone | Hormone Health Network.” https://www.hormone.org/your-health-and-hormones/glands-and-hormones-a-to-z/hormones/progesterone (accessed Dec. 29, 2021).

[2] M. Edwards and A. S. Can, “Progestin,” Encycl. Cancer, pp. 3706–3710, Sep. 2021, doi: 10.1007/978-3-662-46875-3_4756.

[3] N. V. Goletiani, D. R. Keith, and S. J. Gorsky, “Progesterone: review of safety for clinical studies,” Exp. Clin. Psychopharmacol., vol. 15, no. 5, pp. 427–444, Oct. 2007, doi: 10.1037/1064-1297.15.5.427.

[4] J. K. Cable and M. H. Grider, “Physiology, Progesterone,” StatPearls, May 2021, Accessed: Dec. 29, 2021. [Online]. Available: https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK558960/.

[5] “Women, Are Your Hormones Keeping You Up at Night? > News > Yale Medicine.” https://www.yalemedicine.org/news/women-are-your-hormones-keeping-you-up-at-night (accessed Dec. 14, 2021).

[6] “Progesterone | You and Your Hormones from the Society for Endocrinology.” https://www.yourhormones.info/hormones/progesterone/ (accessed Dec. 29, 2021).

Leave a comment