Skip links
Gangguan Hormon pada Wanita
Home / Edukasi / Hormon Wanita Dan Gangguan / Hormon Pada Wanita / Gangguan Hormon pada Wanita

Gangguan Hormon pada Wanita

Ditulis: Tim Wilov
Ditinjau: dr. Lidia Debby W.

Tahukah Ladies, hormon mengatur banyak fungsi tubuh mulai dari tumbuh kembang, metabolisme, keseimbangan, dan reproduksi. Sejumlah kelenjar dan organ dalam tubuh kita bertugas untuk memproduksi hormon-hormon tersebut. Ada dua hormon yang dianggap sebagai hormon utama dalam tubuh wanita yaitu estrogen dan progesteron. Selain keduanya, wanita memiliki puluhan jenis hormon lain yang saling bekerja sama untuk mendukung fungsi tubuh. Namun, ada kalanya terjadi gangguan hormon pada wanita yang bisa berdampak pada kualitas hidup dan keseharian Ladies. Apa saja contohnya?

 

  1. Masalah Kesuburan
    Gangguan hormon pada wanita kerap muncul dalam bentuk PCOS atau sindrom ovarium polikistik. Pada siklus menstruasi normal, indung telur akan memproduksi sel telur untuk dibuahi (ovulasi). Namun pada wanita yang memiliki PCOS, sel telur tidak dapat berkembang sebagaimana mestinya [1]. Penyebab pasti PCOS masih belum diketahui. Penelitian menunjukkan bahwa ada sejumlah faktor yang berhubungan erat dengan PCOS seperti resistensi insulin, meningkatnya kadar hormon androgen, dan siklus menstruasi yang tidak teratur [2].
  2. Perubahan Mood [3]
    Tahukah Ladies, wanita punya risiko lebih tinggi memiliki gangguan mood dan depresi dibandingkan dengan pria [4]. Peningkatan risiko tersebut berhubungan dengan naik turunnya kadar estrogen di sepanjang siklus reproduksi, terutama saat mendekati menopause yang selalu dikaitkan dengan fluktuasi drastis hormon estrogen. Studi menunjukkan bahwa rendahnya kadar estrogen berpengaruh pada regulasi mood dan perilaku wanita. Ini merupakan salah satu bentuk gangguan hormon pada wanita.
  3. Fibroid
    Fibroid rahim atau miom adalah sejenis tumor jinak yang berkembang di dalam rahim akibat pertumbuhan jaringan otot rahim. Fibroid berbeda dengan kanker yang bersifat ganas. Wanita yang memiliki fibroid umumnya merasakan gejala seperti menstruasi yang deras dan berkepanjangan, pendarahan di antara siklus menstruasi, dan rasa nyeri di perut atau panggul [5]. Penyebab fibroid masih belum diketahui. Penelitian mengindikasikan paparan estrogen berkepanjangan dapat meningkatkan risiko terkena fibroid. Namun, para ahli menilai peran estrogen dalam munculnya fibroid lebih rumit dari itu dan melibatkan beberapa faktor lain seperti pertumbuhan, genetik, dan epigenetik [6].
  4. Masalah Kulit
    Gangguan hormon pada wanita seringkali muncul dalam bentuk masalah kulit seperti jerawat. Itulah alasannya wanita lebih cenderung berpotensi memiliki jerawat pada usia dewasa dibandingkan pria. Jerawat tersebut bisa jadi disebabkan oleh perubahan kadar hormon yang dialami wanita sepanjang hidupnya karena kondisi tertentu. Contohnya adalah saat sebelum menstruasi, pada 3 bulan pertama kehamilan, serta jika ia memiliki PCOS [7]. Wanita dengan PCOS juga kerap memiliki bercak hitam pada kulit di bagian lipatan seperti leher atau bagian bawah payudara.
  5. Sulit Tidur
    Ketidakseimbangan hormon juga bisa menyebabkan Ladies sulit tidur atau tidur dengan kurang nyenyak. Umumnya, kesulitan tidur terjadi pada waktu-waktu tertentu seperti menstruasi, kehamilan, dan menopause ketika hormon estrogen dan progesteron dalam tubuh naik turun secara fluktuatif [8].

 

Jika Ladies merasa mengalami bentuk-bentuk gangguan hormon pada wanita seperti di atas, konsultasikan dengan tenaga medis terpercaya agar segera mendapat penanganan yang tepat. Ladies juga bisa mengelolanya dengan cara memperbaiki gaya hidup yang meliputi pola makan yang lebih sehat serta aktivitas fisik rutin setiap hari. Selain itu, Ladies juga bisa download aplikasi Wilov di ponsel untuk memperoleh tips-tips penting seputar kesehatan reproduksi wanita. Ladies bisa mencatat periode menstruasi menggunakan kalender menstruasi dan ovulasi, serta memantau gejala-gejala selama menstruasi seperti munculnya jerawat, kesulitan tidur, perubahan mood, dan masih banyak lagi. Download aplikasi Wilov secara gratis di App Store dan Google Play Store sekarang juga!

 

Referensi

[1] “Polycystic ovary syndrome | Office on Women’s Health.” https://www.womenshealth.gov/a-z-topics/polycystic-ovary-syndrome (accessed Nov. 20, 2021).

[2] “FAQs Polycystic Ovary Syndrome (PCOS).” https://www.acog.org/womens-health/faqs/polycystic-ovary-syndrome-pcos (accessed Nov. 20, 2021).

[3] W. Wharton, C. E. Gleason, S. R. M. S. Olson, C. M. Carlsson, and S. Asthana, “Neurobiological Underpinnings of the Estrogen – Mood Relationship,” Curr. Psychiatry Rev., vol. 8, no. 3, p. 247, Jun. 2012, doi: 10.2174/157340012800792957.

[4] R. C. Kessler, K. A. McGonagle, M. Swartz, D. G. Blazer, and C. B. Nelson, “Sex and depression in the National Comorbidity Survey I: Lifetime prevalence, chronicity and recurrence,” J. Affect. Disord., vol. 29, no. 2, pp. 85–96, 1993, doi: https://doi.org/10.1016/0165-0327(93)90026-G.

[5] “Fibroids | Johns Hopkins Medicine.” https://www.hopkinsmedicine.org/health/conditions-and-diseases/uterine-fibroids (accessed Dec. 17, 2021).

[6] M. A. Borahay, M. R. Asoglu, A. Mas, S. Adam, G. S. Kilic, and A. Al-Hendy, “Estrogen Receptors and Signaling in Fibroids: Role in Pathobiology and Therapeutic Implications,” Reprod. Sci., vol. 24, no. 9, p. 1235, Sep. 2017, doi: 10.1177/1933719116678686.

[7] “Acne – Causes – NHS.” https://www.nhs.uk/conditions/acne/causes/ (accessed Dec. 17, 2021).

[8] “Women, Are Your Hormones Keeping You Up at Night? > News > Yale Medicine.” https://www.yalemedicine.org/news/women-are-your-hormones-keeping-you-up-at-night (accessed Dec. 14, 2021).

Leave a comment