Skip links
5 Makanan yang Mengandung Fitoestrogen
Home / Edukasi / Hormon Wanita Dan Gangguan / Hormon Pada Wanita / 5 Makanan yang Mengandung Fitoestrogen

5 Makanan yang Mengandung Fitoestrogen

Ditulis: Tim Wilov
Ditinjau: dr. Lidia Debby W.

Hormon estrogen adalah hormon utama wanita meski ada juga di dalam tubuh pria dalam jumlah kecil. Hormon ini memiliki peran penting bagi sistem reproduksi maupun fungsi biologis lainnya seperti tulang, kardiovaskular, dan kekebalan tubuh. Tak heran hormon estrogen juga diduga memiliki hubungan dengan berbagai jenis kondisi medis seperti infertilitas, obesitas, osteoporosis, dan kanker [1]. 

Kadar hormon estrogen dalam tubuh mengalami naik turun sepanjang hidup seorang wanita. Saat mengalami menopause, kadar estrogen turun hingga menimbulkan berbagai gejala yang mungkin mengganggu Ladies seperti tubuh terasa panas tiba-tiba (hot flash), vagina kering, perubahan mood, dan lain sebagainya [2]. Banyak wanita yang mencari makanan yang mengandung estrogen untuk mengurangi gangguan dari gejala tersebut. 

 

Nah Ladies, alih-alih menyebutnya sebagai makanan yang mengandung estrogen, lebih tepat bila kita menyebutnya sebagai makanan yang mengandung fitoestrogen. Fitoestrogen adalah senyawa yang strukturnya dianggap sangat mirip dengan estrogen, bahkan memiliki efek serupa dengan estrogen [3]. Konon, makanan yang mengandung fitoestrogen punya banyak kelebihan seperti membantu mengurangi gejala menopause, menurunkan risiko penyakit kardiovaskular, obesitas, kanker payudara, dan masih banyak lagi [4]. Namun, ingatlah bahwa penelitian tentang fitoestrogen masih terus dikembangkan. Konsumsi makanan dengan kandungan fitoestrogen pun sebaiknya dilakukan sesuai saran dari dokter.

 

Di bawah ini adalah beberapa jenis makanan yang mengandung fitoestrogen yang dapat disertakan dalam menu harian Ladies jika dibutuhkan:

  • Kedelai [5]

Kedelai mengandung isoflavon, salah satu jenis fitoestrogen. Sesungguhnya, masih ada sejumlah pertentangan tentang manfaat kedelai. Sebagian mengatakan bahwa produk kedelai dapat mengurangi gejala menopause, mencegah osteoporosis, serta melindungi tubuh dari kanker. Sebagian ahli justru menilai kedelai bisa memicu kanker, masalah tiroid, kepikunan, dan lain sebagainya. Namun, kedelai merupakan sumber protein yang baik dan masih relatif aman dikonsumsi beberapa kali dalam seminggu karena mengandung nutrisi penting seperti vitamin B, potassium, magnesium, dan serat. 

  • Flaxseed

Penelitian mengindikasikan bahwa flaxseed atau biji rami mengandung 75-800 kali lignan lebih banyak daripada biji-bijian, legum, buah-buahan, dan sayur [6]. Lignan merupakan salah satu jenis fitoestrogen. Lignan di dalam bii rami juga dianggap berperan penting dalam membantu mengurangi risiko kanker payudara, terutama bagi wanita yang telah mengalami menopause [7]. 

  • Brokoli

Setiap 100gram brokoli mengandung 98.51 miligram lignan, salah satu jenis fitoestrogen. Tak heran banyak orang mengandalkan brokoli sebagai makanan yang mengandung estrogen. Namun, lignan bukan satu-satunya kelebihan yang dimiliki brokoli. Sayuran hijau ini mengandung sulforaphane yang diindikasikan dapat membantu mencegah kanker [8].  

  • Buah-buahan kering [9]

Ladies penggemar cemilan manis? Buah-buahan kering bisa menjadi pilihan karena umumnya merupakan sumber fitoestrogen. Namun, kurma, prem, atau aprikot kering adalah tiga jenis buah-buahan kering yang memiliki kandungan fitoestrogen lignan paling tinggi. Meski demikian, tetap perhatikan kandungan gulanya agar tidak berlebihan. 

  • Bawang Putih

Siapa tidak kenal bawang putih yang bisa menyedapkan masakan dalam sekejap? Sebuah penelitian terhadap wanita yang mengalami menopause mengindikasikan bahwa suplemen minyak bawang putih dapat memberi efek perlindungan terhadap pengeroposan tulang yang terkait dengan defisiensi estrogen [10]. Meski demikian, masih diperlukan lebih banyak penelitian untuk memastikan efek bawang putih terhadap peningkatan kadar estrogen dalam tubuh. 

 

Ladies, pola konsumsi kita juga dipengaruhi oleh kadar hormon dalam tubuh yang pengecekannya bisa dilakukan melalui tes darah atau urin. Oleh karena itu, jika masalah hormon menjadi perhatian utama Ladies, pastikan Ladies selalu berkonsultasi dengan dokter sebelum mengambil langkah apa pun, termasuk pemilihan makanan yang mengandung estrogen dalam pola makan harian. Ladies bisa mendapatkan informasi dan tips penting lainnya seputar hormon estrogen dan kesehatan wanita melalui aplikasi Wilov di ponsel. Unduh aplikasi Wilov secara gratis melalui App Store dan Google Play Store sekarang juga! 

 

Referensi:

[1] K. J. Hamilton, S. C. Hewitt, Y. Arao, and K. S. Korach, “Estrogen Hormone Biology,” Curr. Top. Dev. Biol., vol. 125, pp. 109–146, 2017, doi: 10.1016/BS.CTDB.2016.12.005.

[2] “Introduction to Menopause | Johns Hopkins Medicine.” https://www.hopkinsmedicine.org/health/conditions-and-diseases/introduction-to-menopause (accessed Dec. 28, 2021).

[3] D. Desmawati and D. Sulastri, “Phytoestrogens and Their Health Effect,” Open Access Maced. J. Med. Sci., vol. 7, no. 3, p. 495, Feb. 2019, doi: 10.3889/OAMJMS.2019.086.

[4] I. M. C. M. Rietjens, J. Louisse, and K. Beekmann, “The potential health effects of dietary phytoestrogens,” Br. J. Pharmacol., vol. 174, no. 11, p. 1263, 2017, doi: 10.1111/BPH.13622.

[5] “Straight Talk About Soy | The Nutrition Source | Harvard T.H. Chan School of Public Health.” https://www.hsph.harvard.edu/nutritionsource/soy/ (accessed Dec. 28, 2021).

[6] P. Kajla, A. Sharma, and D. R. Sood, “Flaxseed—a potential functional food source,” J. Food Sci. Technol., vol. 52, no. 4, p. 1857, Apr. 2015, doi: 10.1007/S13197-014-1293-Y.

[7] A. Calado, P. M. Neves, T. Santos, and P. Ravasco, “The Effect of Flaxseed in Breast Cancer: A Literature Review,” Front. Nutr., vol. 5, p. 1, Feb. 2018, doi: 10.3389/FNUT.2018.00004.

[8] M. J. Bak, S. Das Gupta, J. Wahler, and N. Suh, “Role of dietary bioactive natural products in estrogen receptor-positive breast cancer,” Semin. Cancer Biol., vol. 40–41, p. 170, Oct. 2016, doi: 10.1016/J.SEMCANCER.2016.03.001.

[9] V. B. Gencel, M. M. Benjamin, S. N. Bahou, and R. A. Khalil, “Vascular Effects of Phytoestrogens and Alternative Menopausal Hormone Therapy in Cardiovascular Disease,” Mini Rev. Med. Chem., vol. 12, no. 2, p. 149, Feb. 2012, doi: 10.2174/138955712798995020.

[10] H. Mozaffari-Khosravi, H. A. S. Hesabgar, M. B. Owlia, H. Hadinedoushan, K. Barzegar, and M. H. Fllahzadeh, “The effect of garlic tablet on pro-inflammatory cytokines in postmenopausal osteoporotic women: a randomized controlled clinical trial,” J. Diet. Suppl., vol. 9, no. 4, pp. 262–271, Dec. 2012, doi: 10.3109/19390211.2012.726703.

Leave a comment